Breaking News:

Berita Produk Halal

Alasan Kemenperin Dorong IKM Produk Halal Jadi Pemain Utama di Asia

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih

Editor: Catur waskito Edy
Kemenperin
Situs cek IMEI Kemenperin. 

Gati berpendapat, peningkatan itu terjadi seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas, keamanan, dan kesehatan produk yang dikonsumsi.

Senada, dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden, Ma'ruf Amin menyebut, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia. Hal ini didukung dengan sumber daya yang dimiliki, termasuk potensi sektor industri di Indonesia.

“Indonesia merupakan pasar yang besar bagi produk muslim, karena sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, mencapai 229 juta jiwa. Angka tersebut merupakan 87,2% dari populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 276,3 juta jiwa, atau 12,7% dari populasi muslim dunia,” tuturnya.

Wapres menjelaskan, sektor industri halal merupakan bagian dari ekosistem dengan potensi ekonomi yang sangat besar untuk saat ini dan ke depan, dengan potensi tingkat konsumsi masyarakat muslim dunia yang cukup besar di sektor makanan, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan dan media/rekreasi halal.

Mengacu dari sumber data yang sama, Global Islamic Economy 2021, peringkat Ekonomi Syariah Indonesia, yang diukur berdasarkan Indikator Ekonomi Islam Global, juga mengalami kenaikan. Pada 2019, Indonesia menduduki peringkat keempat dunia setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

“Indikator tersebut diukur dengan enam sektor, yaitu makanan dan minuman, jasa keuangan, perjalanan ramah muslim, modest fashion, farmasi dan kosmetik, serta media dan rekreasi,” sebutnya.

Kenaikan peringkat itu tak terlepas dari diberlakukannya Undang-Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada Oktober 2019.

Punya masterplan

Selain itu, Wapres menyatakan, Indonesia sudah punya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang memiliki empat strategi utama.

Pertama, penguatan rantai nilai halal yang terdiri dari industri makanan dan minuman halal, industri pariwisata halal, industri fesyen muslim, industri media dan rekreasi halal, industri farmasi dan kosmetik halal serta industri energi terbarukan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved