Breaking News:

Berita Sragen

ASN Hingga Perangkat Dasa di Sragen Tak Taat Prokes Saat Gelar Hajatan Akan Dapat Sanksi

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga perangkat desa untuk memberikan contoh penyelenggaraan hajatan.

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
ASN di lingkungan Setda Sragen ketika ikuti apel di halaman Setda Sragen sebelum Pandemi Covid-19 

Penulis : Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga perangkat desa untuk memberikan contoh penyelenggaraan hajatan.

ASN ataupun perangkat desa yang menyelenggarakan hajatan dalam bentuk apapun di masa Pandemi Covid-19 harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yang berlaku.

Bagi ASN yang tidak mematuhi Prokes yang berlaku akan mendapatkan punishmemt mulai dari penurunan pangkat hingga penghapusan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Sementara itu perangkat desa jika tidak sesuai Prokes dana pencairan penghasilan tetap (siltap) bisa ditunda pencairannya.

"ASN yang punya hajat tidak sesuai prokes yang bertindak nantinya adalah Ketua Korpri entah penurunan pangkat, atau penghapusan TPP."

"Kepala desa dan Perangkat desa tidak sesuai prokes punishmemt bis berupa dana Silpa bisa ditunda pencairannya," kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Yuni mengatakan ASN dan perangkat desa harus bisa memberi contoh kepada masyarakat. Menurutnya apabila tidak taat Prokes kinerjanya ASN bisa juga diragukan.

"Penyelenggaraan hajatan saja tidak taat Prokes, bagaimana mempercayai kinerjanya," lanjut Yuni.

Dia mengajak agar selama dua pekan kedepan Prokes ketat selama penyelenggaraan hajatan. Jika kasus Covid-19 melandai akan dilonggarkan.

Sementara itu, Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto menambahkan hal ini dilakukan agar ASN bisa memberikan teladan kepada masyarakat.

"Hal ini agar ASN nanti bisa memberikan teladan. Bahwa situasi Pandemi Covid-19 ini juga mereka selaku ASN bisa memberikan contoh kepada masyarakat."

"Jangan sampai menimbulkan kecemburuan seolah-olah ASN kita istimewakan," terang Tatag.

Tatag mengatakan memang ada laporan bahwa ASN maupun perangkat desa yang tidak mematuhi protokol kesehatan justru. Seperti tidak berlakunya sistem banyu mili hingga piring terbang.

"Harapannya agar kedepan sampai nanti Pandemi Covid-19 ini benar-benar bersih, ASN bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," tandasnya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved