Breaking News:

Berita Nasional

Ini Penyebab Krisis Keuangan Garuda Indonesia Menurut Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir, mengungkapkan beberapa alasan yang menyebabkan Garuda Indonesia dalam kondisi keuangan yang terpuruk saat ini.

Editor: m nur huda
ARSIP GARUDA INDONESIA
Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018). 

TRIBUNJATENG.COM - Krisis keuangan dikabarkan melanda maskapai penerbangan milik negara, Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia juga dilaporkan terlilit utang dalam jumlah yang cukup besar.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan beberapa alasan yang menyebabkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam kondisi keuangan yang terpuruk saat ini.

Selain memang terpengaruh pandemi Covid-19, persoalan lainnya adalah terkait penyewa pesawat atau lessor.

Ia bilang, saat ini Garuda Indonesia bekerja sama dengan 36 lessor yang sebagian terlibat dalam tindakan koruptif dengan manajemen lama.

"Sejak awal kami di Kementerian (BUMN) meyakini, bahwa memang salah satu masalah terbesar di Garuda mengenai lessor."

"Lessor ini harus kami petakan ulang, mana saja yang masuk kategori dan bekerja sama di kasus yang sudah dibuktikan koruptif," ungkap Erick Thohir.

Ia menjelaskan, pemetaan diperlukan untuk mengetahui lessor yang bertindak 'nakal' guna dilakukan negosiasi yang tepat.

Namun di sisi lain, Erick Thohir meyakini sejumlah lessor juga telah bekerja sama dengan jujur.

Kendati demikian, harga penyewaan pesawat yang dipatok oleh lessor sekalipun tidak terlibat koruptif, terasa tetap mahal di kondisi saat ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved