Breaking News:

Opini

OPINI Amrizarois Ismail : Peran Ibu Untuk Bumi

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Seduania pada 5 Juni 2021 masih dalam kondisi pandemi di dunia. Covid-19 telah merampas ‘kemerdekaan’

Editor: Catur waskito Edy
via Kompas.com
Ilustrasi Bumi 

oleh Amrizarois Ismail, SPd, MLing

Dosen Prodi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Unika

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Seduania pada 5 Juni 2021 masih dalam kondisi pandemi di dunia. Covid-19 telah merampas ‘kemerdekaan’ dan keselamatan manusia karena secara cepat merebak dan mencuri perhatian dunia (WHO, 2019; Hui et al., 2020).

Virus yang disebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) ini juga telah menyebar ke lebih dari 215 negara termasuk Indonesia (WHO, 2020).

Bagi masyarakat dunia dan Indonesia, ancaman bencana kesehatan masih nyata dan belum bisa diatasi sepenuhnya, bahkan memasuki tahap ‘gelombang lanjutan’ dalam pandemi ini. Covid-19 sendiri bukanlah virus baru, sebelumnya jenis virus corona lebih dulu telah ada dan sempat menjadi persoalan serius dalam dunia kesehatan.

Di antara virus jenis corona itu adalah Corona Virus Pneumonia (CVP) pada 2003 dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2007. Hal tersebut menunjukkan bahwa Covid-19 merupakan virus hasil mutasi genetik dari jenis virus corona sebelumnya.

Bermutasi

Mutasi genetik sendiri merupakan bentuk perubahan visiologi organisme atau senyawa biotik dalam rangka beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan, ini dilakukan agar organisme tersebut tetap bisa survive atau bertahan.

Sebagai mana Teori Charles Darwin dalam The Origin of Species yang terbit pada 1859 yaitu ‘Survivor of the Fittest’ yang menggabarkan bahwa SEMESTA bekerja dengan menyeleksi penghuninya, nampaknya tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut (Bagja Hidayat, 2020). Adanya upaya bertahan hidup dengan bermutasi atau mengubah diri dari Virus jenis Corona menjadi Covid 19 adalah satuhal yang alamiah sebagai respon akan perubahan alam.

Salah satu yang menjadi penyebab dari berbagai upaya adaptasi kehidupan adalah adanya perubahan iklim pada Bumi. Selain mutasi genetik pada mikroba dan virus, beberapa tahun terakhir banyak kejadian alam yang dirasakan masyarakat terkait perubahan cuaca yang tak menentu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved