Breaking News:

Berita Semarang

GOR Tri Lomba Juang Ditutup Mulai Senin, Penyebabnya Angka Kasus Covid-19 di Semarang Meningkat

Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang akan ditutup sementara mulai Senin (7/6/2021). Lonjakan angka penderita covid-19 menjadi penyebabnya.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
ILUSTRASI: Warga Berolahraga di komplek GOR Trilomba Juang. 

Dia berujar halal bihalal, reuni, dan modus piknik tipis-tipis membuat kasus Covid-19 mengalami lonjakan pasca Lebaran.

"Rata-rata masuknya di klaster keluarga. Misal, terkena salah satu tapi habis itu ibu dan anak-anaknya terpapar. Mereka berasal dari halal bibalal," paparnya.

Lebih lanjut, Hakam menyampaikan, kenaikan kasus di Kota Semarang juga berasal dari luar kota. Sejak pertengahan Mei hingga saat ini, kasus dari luar kota yang dirawat di Semarang mengalami peningkatan mencapai 91,9 persen. Pada pertengahan Mei, kasus dari luar kota hanya berada di angka 100an.

Saat ini, dari 906 kasus, sebanyak 531 merupakan warga Semarang dan 375 adalah warga luar kota antara lain Kudus, Demak, Grobogan, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Pati.

Dia menyebutkan, jumlah tempat isolasi di Kota Semarang ada 1.178 tempat tidur. Sedangkan kasus di Kota Semarang sudah berada pada angka 900an.

"Kami harus warning. Kami diminta bantu dari luar kota, tapi kami harus hati-hati bahwa di tempat kami juga naik. Prinsipnya, kami mengakomodir warga kami, namun kami tetap membantu luar daerah sesuai indikasi kemanusiaan," ucapnya.

Pasien dari luar kota, sambung dia, lebih diarahkan ke rumah sakit. Sedangkan pasien dari dalam kota akan diarahkan ke rumah dinas wali kota jika tidak mengalami gejala yang berat.

Baca juga: Viral Info di Media Sosial Banyak Baut Jembatan Merah Lepas, Bupati Purbalingga Langsung Cek TKP

Baca juga: Reaksi Gummy Saat Diminta Jawab Siapa yang Lebih Dulu Jatuh Cinta, Dia Atau Jo Jung Suk?

Baca juga: Ini Alur Pendaftaran Portal sscasn.bkn.go.id dan Rangkaian Seleksi CPNS 2021

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, akan membantu pasien dari luar sepanjang Kota Semarang masih mampu menampung. Perlakuannya pun sama baik warga Kota Semarang maupun luar kota.

"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan dan RSUD, sepanjang kami mampu memberi bantuan saudara kita dari luar kota terima saja. Perlakuannya sama baik warga Semarang maupun luar kota," paparnya.

Dia mengingatkan seluruh warga Semarang untuk menerapkan new normal. Artinya, berkegiatan tetap sesuai protokol kesehatan meski sudah mengikuti vaksinasi.

"Jangan menyepelekan itu (protokol kesehatan) meski sudah dibaksin. Kalau abai prokes bisa tertular," imbaunya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved