Breaking News:

Berita Tegal

Mulai Senin, Pelanggar Prokes di Kabupaten Tegal Kena Sanksi Denda Rp 100 Ribu

Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal masih terus meningkat, bahkan sesuai data dari Dinas Kesehatan penambahan kasus pasca libur lebaran nai

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Desta
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Suharinto, sedang memberikan sanksi kepada masyarakat yang masih melanggar prokes tidak memakai masker. Pada kesempatan ini sekaligus melakukan sosialisasi denda yang naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 100 ribu mulai Senin (7/6/2021) besok.  

"Untuk lembaga yang masih melanggar tidak lagi peringatan secara lisan, tapi langsung penindakan tertulis. Jika sudah dua kali kami ingatkan secara tertulis, sudah denda, dan masih melanggar, maka tidak segan-segan kami tutup sementara kurang lebih selama tiga hari sampai seminggu. Jika setelahnya masih melanggar lagi maka akan kami tutup dan cabut izin usahanya," tegas Suharinto.

Tidak hanya di tingkat Kabupaten saja, tapi pengetatan protokol kesehatan juga wajib dilakukan oleh Satgas Desa.

Maka menurut Suharinto, untuk menekan penularan Covid-19 secara tegas Camat selama dua minggu kedepan tidak boleh keluar atau meninggalkan wilayah kekuasaannya.

Camat harus ikut memantau, stanby di wilayah masing-masing, dan monitoring di tiap desa.

"Semua yang kami lakukan termasuk menaikkan denda tentu untuk menekan angka penularan Covid-19, dan masyarakat patuh terhadap prokes terutama memakai masker saat keluar rumah. Jadi semua satgas baik dari Desa sampai Kabupaten semuanya bekerja sama dan saling berkoordinasi," ujarnya. 

Sementara itu, salah satu warga Kabupaten Tegal Ratna Ningsih, saat ditanya mengenai denda pelanggar prokes yang naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 100 ribu, secara pribadi cukup merasa keberatan dengan nominal tersebut. 

Namun menurutnya, langkah tersebut untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang masih abai dan melanggar protokol kesehatan. 

Sehingga meski keberatan dengan nominal dendanya, ia termasuk yang setuju dengan rencana perubahan Perbup ini. 

"Ya saya juga kadang heran kalau melihat orang yang masih abai tidak memakai masker saat keluar rumah apalagi di keramaian. Padahalkan pakai masker tidak berat, ya misal sesak (engap) bisa dibuka sebentar nanti dipakai lagi, padahalkan pakai masker juga demi kebaikan bersama supaya tidak terpapar virus corona," pungkasnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved