Breaking News:

Berita Semarang

Pembatalan Keberangkatan Haji 2021, GP Ansor Jateng: Pilihan Pahit Paling Realistis

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly atau Gus Sholah memaklumi keputusan pemerintah yang meniadakan keberangkatan jemaah haji 2021.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
Istimewa
Ketua PW GP Ansor Jateng, Sholahuddin Aly. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly atau akrab disapa Gus Sholah memaklumi keputusan pemerintah yang meniadakan keberangkatan jemaah haji 2021.

"Keputusan pemerintah membatalkan keberangkatan jemaah haji 2021 merupakan pilihan pahit, tapi paling realistis," kata Gus Sholah, dalam pernyataan tertulis, Minggu (6/6/2021).

Menurutnya, sebagaimana kabar yang disampaikan pihak Arab Saudi bahwa hanya sanggup menampung sangat sedikit jemaah karena pandemi.

Baca juga: 187 Calon Jemaah Haji Asal Kota Salatiga Batal Berangkat ke Tanah Suci di 2021

Baca juga: Kenapa Keputusan Indonesia Soal Haji 2021 Viral di Saudi? Ini Tanggapan Otoritas Kerajaan Arab Saudi

Baca juga: Batal Berangkat, Calon Haji di Batang Tetap Berharap ke Tanah Suci Tahun Depan

Baca juga: Pembatalan Haji 2021, Belum Ada Upaya Pamungkas Presiden Jokowi untuk Berdiplomasi

Saudi hanya membatasi 60 ribu jemaah dengan rincian 15 ribu jemaah domestik dan 45 ribu jemaah luar negeri.

"Jemaah 45 ribu kalau dibagi ke seluruh negara-negara berpenduduk Muslim tentu sangat sangat sedikit sekali," ujarnya.

45 ribu dinilai sangat sedikit, padahal, pada musim haji 2019 atau sebelum pandemi, Indonesia saja mendapatkan kuota 231 ribu jemaah.

Sementara, hingga saat ini, Arab Saudi belum membuat petunjuk teknis serta belum mengundang negara-negara yang akan memberangkatkan jemaah haji untuk berdialog serta membagi kuota. Padahal waktunya sudah sangat mepet.

"Dikatakan mepet lantaran penyelenggaraan pemberangkatan jemaah haji membutuhkan persiapan khusus yang terperinci dan harus disiapkan jauh-jauh hari," jelas Gus Sholah.

Keputusan pemerintah ini, lanjutnya, pasti didasari pertimbangan agama yakni menjaga keselamatan jemaah di masa pandemi. Bahkan, ada mutasi varian baru Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved