Breaking News:

Berita Nasional

Rekaman Pacul Sebut Puan Wapres hingga Ganjar 0,00 Persen, Hasto: Malah Bocor

Sekjend DPP PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan rekaman suara yang beredar menyebut soal calon presiden dan wakil presiden dari PDIP adalah dari Bamban

Editor: m nur huda
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sekjend DPP PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan rekaman suara yang beredar menyebut soal calon presiden dan wakil presiden dari PDIP adalah dari Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.

Tapi Hasto menegaskan bahwa sebenarnya pernyataan Bambang Pacul terkait capres cawapres tersebut adalah off the record alias tidak boleh disiarkan.

Hal ini disampaikan Hasto lewat video rekaman suara yang berdurasi 3 menit 46 detik yang beredar di kalangan wartawan.

Seperti diketahui beberapa hari lalu beredar rekaman suara yang menyebut bahwa siapa pun presidennya, Puan Maharani akan menjadi wakil presiden.

Baca juga: Beredar Rekaman Siapapun Presidennya Puan Wakilnya, Hasto: Itu Bambang Pacul

"Oh itu Bambang Pacul bukan dengan Bu Mega. Bambang Pacul sedang berada di Jateng kantor partai dan kemudian berbicara dengan wartawan yang seharusnya off the record, tapi ternyata malah ada yang bocorkan, seperti itu," kata Hasto menjawab pertanyaan wartawan di Yogyakarta pada Sabtu (5/6/2021), terkait beredarnya suara dalam rekaman tersebut adalah suara Bambang Pacul.

Ketika ditanya apakah benar strategi PDIP dalam menetapkan capres dan cawapres seperti itu, Hasto mengatakan strategi partai memang harus dipersiapkan sebaik-baiknya.

"Ya strategi kita namanya capres dan wapres ini kan mengembang tugas yang sangat penting secara ideologis, dengan demikian harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya," kata dia.

Menurut Hasto, partai melakukan langkah konsolidasi.

"Sehingga ketika Ibu Megawati Soekarnoputri menggunakan hak prerogatif, beliau mengambil keputusan seluruh jajaran langsung bergerak termasuk relawan. Karena relawan yang nantinya berafiliasi dengan partai itu dibentuk setelah ada pasangan capres cawapres diusung oleh PDIP tentu juga bekerjasama dengan kekuatan parpol yang lain," jelas Hasto.

Lalu apakah itu sesuai pesan Mega kerja keras untuk partai?

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved