Breaking News:

Berita Semarang

Digugat Warga, Keberadaan P5L Dinilai Bantu Pemkot Semarang Atasi Banjir dan Rob di Panggung Lor

Gugatan warga Panggung Lor Semarang terhadap Pengurus P5L ke PN Semarang masuk proses pembuktian.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Pengurus P5L mengecek pompa dan membuang air yang merendam wilayah Kelurahan Panggung Lor ke Kali Asin, Senin (7/6/2021). 

Meski sudah dibentuk P5L, namun banjir dan rob masih terjadi.

"Kemudian pada 1996 itu, P5L diserahkan dan dikelola oleh warga. Namun sampai 2017 masih tetap saja terjadi banjir dan rob," ujarnya.

Pada 2017 itu, kemudian dilakukan pergantian pengurus P5L dari kepengurusan yang lama ke pengurus baru yang diketuai Hartoyo.

Di masa kepengurusan yang baru, dilakukan berbagai pembangunan, di antaranya pintu air grativasi, pengerukan saluran, dan rumah pompa hingga penambahan pompa.

"Pada 2017 ada 9 pompa tapi yang dipakai 7. Sekarang disempurnakan total ada 16 pompa. Termasuk juga, dulu saluran itu banyak sampah tapi sekarang sudah tidak," tambahnya.

Keberadaan P5L disebut bisa dirasakan manfaatnya oleh 15 RW di Panggung Lor dan Panggung Kidul.

Sedikitnya ada 12.000 warga dari 3.800 KK yang menggantungkan hidupnya dari P5L agar tidak terendam banjir dan rob setiap harinya.

Baca juga: Terdakwa Pencemaran Nama Kodim Tegal Sakit, Pengacara: Ini Bukan Main-main, Urusan Nyawa

Baca juga: Video Vaksinasi Gratis di Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Semarang Meningkat, Dinkes Buat Pemetaan Ada 12 Klaster Baru

Baca juga: Disdik Kota Semarang Minta Pendidikan Karakter Anak selama Pembelajaran Daring Jangan Sampai Lepas

"Sesuai visi pengurus baru, yaitu menuju Panggung Lor yang kering dan subur, saat ini memang sudah tidak ada banjir dan rob lagi. Kecuali Kali Asin yang sudah tidak mampu menampung limpahan air," paparnya.

Dikatakannya, keberatan warga hingga muncul gugatan, yaitu karena iuran rutin yang besarnya Rp 6.500 tiap bulan.

Padahal, besaran iuran tersebut sudah ditentukan sejak awal dibentuk P5L. Bahkan besarannya pun tak berubah.

"Warga sebenarnya mau saja, iuran itu sudah menjadi budaya, sebagai bentuk kekompakan. Yang keberatan itu justru pengurus lama yang tidak ingin diungkap perbuatannya," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved