Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Muda Berbakat, Rama Sulap Kardus Bekas Jadi Barang Berkelas. 

Kesukaan menggambar awalnya ia dapatkan dari kakeknya yang seorang dokter namun punya hobi membuat sketsa otomotif

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Istimewa
Maratama Arizka Putra (14), siswa kelas 8 SMP IT Lukman Al Hakim, Slawi, yang memiliki keahlian dan kreatifitas unik menyulap kardus bekas menjadi aneka miniatur kendaraan serta bakat seni lainnya, saat sedang membuat salah satu karya. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Usia muda dan punya bakat seni tentunya menjadi dambaan setiap insan. Terlebih bila bakat seninya bisa terus dilatih dan diasah seperti Maratama Arizka Putra (14), siswa kelas 8 SMP IT Lukman Al Hakim, Slawi. 

Dari kesukaannya menggambar otomotif, Rama, begitu nama panggilannya, mampu menyulap kardus bekas menjadi aneka miniatur kendaraan.

Kesukaan menggambar awalnya ia dapatkan dari kakeknya yang seorang dokter namun punya hobi membuat sketsa otomotif. 

Rama adalah cucu dari dokter Bimo Bayu Adji, anggota dewan kehormatan PMI Kabupaten Tegal yang juga aktif di gerakan pramuka Kwarcab Kabupaten Tegal.

“Dulu saya suka melihat eyang menggambar kendaraan, seperti mobil, kereta, bus hingga pesawat. Dari sanalah ide saya muncul untuk mengubah gambar dua dimensi menjadi miniatur yang bahannya saya dapat dari memanfaatkan barang bekas seperti kardus, triplek, hingga botol,” ujar Rama, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (7/6/2021). 

Aktivitasnya membuat miniatur rumah dan kendaraan sudah ia mulai sejak masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Sedangkan referensi gambarnya sendiri, ia peroleh dari internet. 

Puluhan karya miniatur kendaraan otomotif dari kardus sudah pernah ia buat, mulai dari mobil, angkutan kota, bajaj, truk, bus, hingga road roller atau slender.

Ditanya soal durasi pembuatannya, Rama mengaku bisa menghabiskan waktu sekitar satu minggu untuk satu unit model miniatur otomotif. 

“Pembuatannya bisa memakan waktu seminggu karena saya buat detailnya juga, seperti kursi, dashboard, kemudi dan lainnya,” kata Rama.

Jumlah koleksi miniatur milik Rama kini memang sudah jauh berkurang, karena sebagian besar ia berikan ke orang lain, termasuk karya-karya terbaiknya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved