Breaking News:

Terdampak Pembatalan Haji, Biro Haji-Umrah Bisnis Kuliner hingga Jadi Importir Kurma

banyak biro penyelenggara haji dan umrah melakukan diversifikasi usaha untuk dapat bertahan, di tengah aktivitas bisnis yang makin terpuruk.

Editor: Vito
Dokumentasi Amphuri
ilustrasi - Jemaah umrah asal Indonesia di Mekkah 

TRIBUNJATENG.COM,  JAKARTA - Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur menyatakan, banyak biro penyelenggara haji dan umrah melakukan diversifikasi usaha untuk dapat bertahan, di tengah aktivitas bisnis yang makin terpuruk akibat pembatalan haji 2021.

Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah haji Indonesia melalui Keputusan Menteri Agama No. 660/2021 yang ditetapkan pada 3 Juni 2021.

Menurut dia, banyak biro yang saat ini beralih ke bisnis kuliner, seperti usaha restoran dengan memanfaatkan aset berupa ruko yang dimiliki. Selain itu, ada juga yang merambah bisnis perdagangan termasuk ekspor dan impor.

"Ini adalah opsi untuk bisa bertahan. Kami juga memanfaatkan jaringan dari anggota Amphuri dan melakukan pelatihan bagaimana membuat dan manajemen restoran, juga pelatihan agar anggota familiar dengan usaha ekspor-impor," jelasnya, dikutip Kontan.co.id, Minggu (6/6).

Wakil Ketua Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi), Alfa Edison juga mengamini biro penyelenggara haji dan umrah tengah berjibaku untuk mencari alternatif pendapatan lain.

Ia memberikan gambaran, sejumlah biro menjalankan diversifikasi usaha dengan menjadi importir kurma, penjualan sepeda, hingga masuk ke bisnis tour dan travel domestik.

Menurut dia, untuk menutupi biaya operasional biro penyelenggara haji dan umrah sudah menggunakan dana cadangan perusahaan. "Entah, bisa bertahan sampai kapan," ujarnya.

Dengan kembali tidak adanya pemberangkatan jemaah haji tahun ini, Alfa meminta pemerintah Indonesia bisa melakukan lobi dan memfasilitasi pemberangkatan umrah.

Ia mengestimasikan, paling tidak pada bulan Muharram atau sekitar Agustus, penyelenggaraan umrah bisa kembali aktif dilakukan.

"Kami berharap dengan tidak adanya pemberangkatan haji lagi tahun ini, pemerintah mampu untuk melakukan lobi-lobi atau memberikan peluang agar umrah bisa terselenggara," ujarnya.

Sebab, menurut dia, permintaan atau antusiasme masyarakat untuk melakukan umrah tetap tinggi. Alfa juga memastikan kesiapan penyelenggaraan umrah sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan (prokes) saat masa new normal.

"Kondisi apa pun di new normal memang harus mengikuti prokes dan tahapannya, InsyaAllah kami siap," imbuhnya. (Kontan.co.id/Ridwan Nanda Mulyana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved