Breaking News:

Berita Ungaran

Alasan Pemkab Semarang Melarang Masjid Tepi Jalan Raya Tak Boleh Gelar Salat Jumat?

Pemkab Semarang akan menutup sementara sejumlah masjid yang berdekatan dengan jalan raya, baik berstatus jalan nasional, provinsi, maupun dalam kota

Editor: Catur waskito Edy
TribunJateng.com/M Nafiul Haris
Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Pemkab Semarang akan menutup sementara sejumlah masjid yang berdekatan dengan jalan raya, baik berstatus jalan nasional, provinsi, maupun dalam kota, menyusul terjadinya lonjakan kasus covid-19.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, larangan pembatasan aktivitas tersebut bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan karena adanya kenaikan kasus covid-19.

"Untuk itu kami merevisi instruksi Bupati Semarang No. 13/2021 tentang perpanjangan PPKM Mikro. Salah satunya kami melarang digelarnya salat Jumat pada masjid di tepi jalan," katanya, kepada Tribun Jateng, di sela Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 Kabupaten Semarang, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (7/6).

Selain melarang tempat ibadah di masjid yang berdekatan jalan raya, menurut dia, untuk sementara pemkab menghentikan aktivitas seluruh kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dari jenjang PAUD sampai perguruan tinggi, dan mendorong agar dilakukan secara daring.

Ngesti menuturkan, aktivitas ekonomi pada rumah makan, tempat perbelanjaan baik toko modern maupun swalayan juga diminta membatasi pengunjung maksimal 50 persen, dan batas operasional sampai pukul 21.00.

"Acara kesenian paling banyak dihadiri 25 persen dari total kuota dan tidak lesehan, serta dilakukan secara daring.

Kegiatan yang sifatnya outdoor dihentikan sementara. Kemudian, pesta pernikahan dilarang, kecuali prosesi akad nikah dengan tamu paling banyak 20 orang," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang, Ani Rahardjo menyatakan, dalam kurun waktu seminggu terakhir terjadi kenaikan kasus warga terpapar covid-19 mencapai 195 orang.

Menurut dia, sampai sejauh ini di wilayah Kabupaten Semarang akibat adanya pandemi covid-19 telah menimbulkan sebanyak 14 klaster, antara lain sekolah, pabrik, kenduri, tarawih, halal bihalal, perkantoran, rumah makan, dan tempat ibadah.

"Satu tempat atau klaster yang ada masing-masing terdapat 11 orang terpapar covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved