Breaking News:

Berita Kudus

Gerakan Kudus di Rumah Saja ‎Diperpanjang Tiga Hari, Ini Alasannya

Pemkab Kudus memperpanjang imbauan agar warga tetap berada di rumah saja, Senin-Rabu (7-9/6). ‎Sebelumnya, Pemkab menerapkan pembatasan mobilitas

TRIBUNJATENG/RAKA F PUJANGGA
124 warga terkonfirmasi positif Covid-19 diberangkatkan pada gelombang ketiga dari Rusunawa Bakalankrapyak ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin (7/6/2021) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -- Pemkab Kudus memperpanjang imbauan agar warga tetap berada di rumah saja, Senin-Rabu (7-9/6). ‎Sebelumnya, Pemkab menerapkan pembatasan mobilitas dengan gerakan di rumah saja, pada Sabtu dan Minggu (5-6/6).

Bupati Kudus, Hartopo mengimbau, agar warga masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah saja. "Imbauan di rumah saja‎ itu tujuannya agar yang tidak berkepentingan tetap di rumah," kata Hartopo, Senin (7/6).

Namun, Hartopo menyatakan, tetap tidak menutup pusat perbelanjaan atau tempat usaha agar roda perekonomian tetap berjalan. "Tempat bisnis tetap jalan sesuai protokol kesehatan‎. Kami tidak membatas sektor perekonomian," katanya.

Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma, mengajak warga masyarakat Kudus untuk mengikuti gerakan 'Kudus di Rumah Saja' yang digelar tiga hari, pada 7-9 Juni. "Kepada masyarakat terkait surat edaran Bupati Kudus, ikuti saja. Ini cuma tiga hari. Semoga niat baik ini dapat menurunkan kasus Covid-19," kata Aditya.

Gerakan itu meminta masyarakat tidak berkegiatan di luar rumah selama tiga hari. Petugas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dibantu personel BKO TNI dan Brimob serta Dinas terkait yang disebar hingga ke desa desa juga sudah mensoisialisasikan atau memberikan imbauan kepada warga masyarakat untuk di rumah saja dan mematuhi protokol kesehatan.

"Selain imbauan, kami juga menggelar Operasi Yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan di sejumlah lokasi. Hasilnya, masih ada warga masyarakat yang belum patuh menggunakan masker," ucap Aditya.

Dia berharap, dengan tiga hari Kudus di Rumah Saja bisa berdampak pada pengendalian kasus Covid-19 di wilayah Kudus. "Kami harapkan masyarakat selama tiga hari berada di rumah dan meminta partisipasi ini dilaksanakan seluruh masyarakat. Semoga bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Eka Bawa Baju dan Vitamin ke Donohudan

 Sebanyak 23 orang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kudus beserta anggota keluarga yang terkonfirmasi‎ positif Covid-19 dievakuasi ke tempat isolasi khusus dan terpusat Jawa Tengah, Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin (7/6).

Dari jumlah itu, 11 orang merupakan ASN, sisanya 12 orang merupakan anggota keluarga mereka. Dari 23 orang yang dibawa ke Donohudan, enam di antaranya masih anak-anak.

Halaman
12
Penulis: raka f pujangga
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved