Breaking News:

Penanganan Corona

Kabupaten Tegal Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Pemkab Berlakukan Denda Bagi Pelanggar Prokes

Kabupaten Tegal masuk wilayah beresiko tinggi kasus Covid-19 mulai tanggal 24 Mei 2021 lalu karena kasus yang terus meningkat

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Masuk dalam daftar wilayah yang dianggap beresiko tinggi penularan Covid-19, Pemkab Tegal mempersiapkan beberapa hal mulai dari menambah kapasitas tempat tidur, Perbup baru tentang aturan protokol kesehatan, bahkan sampai rencana penutupan sementara objek wisata selama dua minggu kedepan. 

Informasi tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, setelah melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sekda dan Dinkes Jateng, pada Senin (7/6/2021) kemarin secara daring di ruang rapat Sekda. 

Adapun Kabupaten Tegal masuk wilayah beresiko tinggi kasus Covid-19 mulai tanggal 24 Mei 2021 lalu karena kasus yang terus meningkat. 

Dalam laporannya, Ardie menjelaskan saat ini Pemkab Tegal memiliki 430 tempat tidur untuk pasien isolasi mandiri, dan sudah terpakai sebanyak 52 persen.

Karena penggunaan sudah diatas angka 50 persen, maka pertengahan Juli 2021 Pemkab Tegal berencana menambah tempat isolasi terpusat yaitu di RSUD Suradadi yang bisa menampung 44 kamar dan bisa dipakai untuk 88 tempat tidur.

Selain itu di RSUD dr Soeselo Slawi ruang isolasi mandiri ada 114 tempat tidur dan akan ditambah menjadi 200 tempat tidur.

Tidak hanya penambahan tempat tidur dan ruang isolasi mandiri, yang menjadi perhatian lainnya yaitu masih rendahnya daya serap penggunaan dosis vaksin dibandingkan provinsi.

Maka kedepan, Pemkab memastikan intensif bagi para Vaksinator di Puskesmas bisa segera cair. 

Dan bagi Puskesmas yang fokus layanannya bergeser ke penanganan korban Covid-19, maka Pemkab akan meminta bantuan Vaksinator dari TNI/Polri.

"Perbup no 62 tahun 2020 kami anggap masih tumpul, sehingga kami sepakat akan ada gerakan bangkit. Nah dalam gerakan ini ada banyak hal seperti operasi yustisi yang lebih tajam (denda jadi Rp 100 ribu), semua objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Tegal ditutup sementara selama dua minggu kedepan, meningkatkan sosialisasi ke masyarakat, dan ada saran dari Gubernur untuk melakukan PPKM Mikro entah RW, kelurahan, nanti menyesuaikan," terang Ardie, pada Tribunjateng.com.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved