Breaking News:

Berita Banjarnegara

Ketika Anak-anak Pelajar di Banjarnegara Disiplinkan Orang Dewasa agar Pakai Masker

Meski sudah setahun lebih, wabah COVID-19 di Indonesia dan di dunia belum berakhir.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Siswi Rumah Pintar Dr Tus saat membagikan masker ke warga, Minggu (6/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Meski sudah setahun lebih, wabah COVID-19 di Indonesia dan di dunia belum berakhir. Bahkan di beberapa kabupaten dan provinsi makin melonjak kasusnya. 

Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak) dinilai makin melemah. 

Seolah, sebagian warga tak lagi peduli adanya virus COVID-19 yang sewaktu-waktu bisa menular di berbagai tempat dan menyebabkan kesakitan hingga kematian. 

Kondisi ini melahirkan keprihatinan tersendiri bagi keluarga Rumah Pintar Dr Tus di Desa Tapen kecamatan Wanadadi kabupaten Banjarnegara. 

Anak-anak  atau siswa yang belajar bahasa Inggris setiap Minggu di tempat itu beraksi untuk menyadarkan warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan. 

"Anak-anak membagi-bagikan masker sekali pakai berplastik kepada masyarakat di tempat-tempat keramaian," katanya

Biasanya aksi pendisiplinan warga agar mematuhi protokol kesehatan dilakukan oleh aparat atau orang dewasa. Tetapi di Desa Tapen, anak-anak pun ikut dilibatkan untuk upaya penyadaran terhadap warga agar menaati proses. 

Dr Tuswadi, pendiri Rumah Pintar Dr Tus, yang juga anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia mengaku perihatin dengan lemahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk mau melindungi diri dan orang lain dari penularan virus COVID-19. 

Nyatanya, di tempat-tempat umum, banyak warga yang tidak memakai masker. Padahal mulut dan hidung menjadi keran penularan COVID-19, terlebih di tengah keramaian yang penuh dengan orang-orang saling berinteraksi. 

Droplet dari mulut seorang akan berpotensi  menyebar dan terhisap oleh hidung atau pun masuk ke dalam mulut yang tak bermasker.

Setiap Minggu mulai hari ini (6/6/2021), seusai proses pembelajaran,anak-anak Rumah Pintar Dr Tus membagikan masker di depan pusat keramaian semisal toko, pasar, dan perempatan. Termasuk kepada para tukang becak yang sedang mangkal. 

Mereka membagikannya kepada warga yang tidak bermasker. Anak-anak ini pun tak segan meminta mereka agar mengenakan masker. 

Cara ini bisa jadi lebih mengena. Jika anak-anak saja sadar dan peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungannya, mengapa orang dewasa tidak melakukannya. 

“Bapak, sehat dan kuat selalu ya. Mohon dipakai maskernya. Terima kasih,” kata salah satu anak SD kepada tukang becak di depan pasar Wanadadi.

Orang tua yang ikut mengantarkan anaknya belajar di Rumah Pintar Dr Tus ikut mengapresiasi gerakan bagi-bagi masker. Selain mendidik anak untuk makin disiplin protokol kesehatan selama pandemi, mereka juga menjadi makin peduli terhadap keselamatan orang lain dan masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved