Breaking News:

Korban RTH Pohon Tumbang Mestinya Berani Minta Ganti Rugi Pemerintah: Jangan Dianggap Bencana

Walhi menjelaskan warga korban pohon tumbang hendaknya meminta ganti rugi dari Pemerintah Kota Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Anggota tim siaga bencana Polsek Genuk membersihkan pohon randu yang roboh timpa atap rumah warga di kelurahan Sembungharjo, Genuk, Jumat (7/2/2020). 

Seharunya korban pohon tumbang dapat menuntut ganti rugi kepada pemerintah.

"Korban bisa menuntut dan mendapatkan ganti rugi," bebernya. 

Dia merinci, sesuai dalam Perda Kota Semarang Nomor 8 tahun 2016 pasal 37 ayat 2 Tentang Pengelolaan Pohon Pada Ruang Terbuka Hijau Publik, Jalur Hijau Jalan dan Taman.

Pasal itu menyebutkan bahwa Setiap orang berhak mendapatkan ganti rugi yang diakibatkan pohon tumbang dan/atau ranting dan/atau dahan tumbang.

Namun demikian, mungkin saja karena jarang ada yang menggugat, masyarakat jarang tahu tentang hak gugat dan ganti rugi tersebut. 

Selain itu, ketika masyarakat tidak ada yang menggugat, kejadian pohon tumbang akan dianggap hal yang wajar oleh masyarakat dan dianggap sebagai bencana alam. 

"Padahal ada orang yang bertanggung jawab di belakangnya," bebernya. 

Dia mendorong Pemkot Semarang melakukan invetaris pohon yang rawan. 

Kegiatan inventarisasi pohon dan inventarisasi kondisi lingkungan sesuai dengan Perda Kota Semarang Nomor 8 tahun 2016 Pasal 6 huruf a.

"Hal itu seharusnya benar-benar dilakukan Pemkot sehingga kejadian pohon tumbang dapat diminimalisir dampaknya," katanya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved