Breaking News:

Berita Kab Tegal

Pegawai di Lingkungan Pemkab Tegal Dianjurkan Membeli Sayur dan Buah-buahan Pedagang Kecil. 

Pemkab akhirnya memutuskan untuk menutup sementara objek wisata selama dua minggu atau 14 hari mulai Rabu (9/6/2021) pukul 00.00 WIB nanti. 

ISTIMEWA
PEDAGANG BUAH DI KABUPATEN TEGAL 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal yang kasusnya terus meningkat, membuat Pemkab akhirnya memutuskan untuk menutup sementara objek wisata selama dua minggu atau 14 hari mulai Rabu (9/6/2021) pukul 00.00 WIB nanti. 

Menjadi salah satu objek wisata yang ditutup sementara, pengelola objek wisata Guci melalui Disporapar Kabupaten Tegal membuat Gerakan Peduli Pedagang (Ge PePe). 

Gerakan tersebut, merupakan aksi nyata jelang penutupan sementara objek wisata Guci.

Baca juga: Kantor DPC Peradi Solo Terusik, Kantor yang Baru Ditempati Diminta untuk Dikosongkan 

Baca juga: De Bruyne Siap Tampil di Laga Belgia Vs Rusia Euro 2021, Setan Merah Jadi Favorit Juara

Baca juga: Penjualan Toko Perlengkapan Haji Anjlok Dampak Pembatalan Ibadah Haji

"Gerakan peduli pedagang kami lakukan sejak pagi sampai sore ini. Teknisnya pegawai Disporapar dianjurkan membeli sayur dan buah-buahan milik pedagang kecil di Guci. Kami pun sudah mensosialisasikan kepada pedagang dan pengelola wisata, penginapan, terkait rencana penutupan wisata mulai Rabu," ungkap Kepala UPTD Objek Wisata Guci, Ahmad Hasib, pada Tribunjateng.com, Selasa (8/6/2021).

Selain pegawai Disporapar, menurut Hasib, pihaknya juga membantu memasarkan gerakan tersebut kepada pegawai di instansi lain seperti Slawi FM, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Kepala Bank Jateng cabang Slawi. 

Mereka semua membantu dengan membeli barang dagangan milik penjual sayur dan buah-buahan di wisata Guci. 

Adapun penjualannya ada yang berupa paketan Rp 15 ribu, ada juga yang dijual per kilogram seperti buah alpukat dan lain-lain. 

"Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa sedikit meringankan beban pedagang terutama yang menjual buah-buahan dan sayuran mengingat barangnya mudah busuk. Sehingga saat ditutup nanti mereka tetap memiliki uang atau pemasukan," jelasnya.

Mengetahui wisata akan ditutup kembali, Hasib mengungkapkan pedagang, pengelola wisata, pengelola vila, penginapan, dan lain-lain di Wisata Guci merasa sedih.

Baca juga: Klaim Asuransi Covid-19 Tembus Rp 1,46 Triliun

Baca juga: Rakyat Korut Kembali ke Masa Kegelapan Akibat Kebijakan Baru Kim Jong Un

Baca juga: Menengok Kehidupan Pemulung TPA di Banjarnegara di Masa Pandemi Covid 19, Biasa Saja

Namun saat disampaikan alasan kenapa wisata kembali ditutup yang salah satunya karena kepatuhan protokol kesehatan belum maksimal mereka pun mengakui hal tersebut.

"Selama penutupan sementara, kami manfaatkan untuk kegiatan bersih-bersih lingkungan dan lain-lain. Ada juga penyemprotan disinfektan terutama di area publik, bekerja sama dengan organisasi sekitar, warga, dan paguyuban pedagang. Harapannya setelah kembali dibuka sudah jauh lebih bersih, nyaman, dan aman," tandasnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved