Breaking News:

5 Bocah Tegal Disodomi Sesama Bocah, Praktekkan Film Dewasa Pria Suka Pria, Kak Seto Turun Tangan

Lima bocah di Kota Tegal menjadi korban sodomi teman bermainnya yang sama-sama berjenis kelamin laki-laki. 

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo

Ketika itu ketua RW curiga dengan perkumpulan anak-anak tersebut. 

Atas kepekaan ketua RW tersebut, AKBP Rita mengaku sangat mengapresiasinya. 

"Ini menunjukkan salah satu bentuk kepedulian yang luar biasa. Dan ini harus dimiliki oleh setiap kepala lingkungan, dari tingkat RT, RW, bahkan lurah," ungkapnya. 

AKBP Rita mengatakan, pelaku dikenakam Pasal 82 ayat 1 junto Pasal 76 E Undang-undang RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan. 

"Pelaku tidak dapat dilakukan sidang diversi di tingkat penyidikan."

"Karena ancaman hukuman pelaku di atas 7 tahun dan usianya di atas 12 tahun," jelasnya. 

Dalam konferensi pers tersebut hadir Seto Mulyadi, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Kak Seto, sapaan akrabnya, mengatakan, bahwa pada dasarnya semua anak itu baik, hebat, dan cerdas. 

Perilaku tingkah laku anak merupakan proses dia belajar. 

Ia berharap, di dalam situasi pandemi Covid-19, masyarakat khususnya para orangtua lebih perhatian dan mengawasi anak-anaknya selama di rumah. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved