Breaking News:

Berita Banyumas

BBPOM Gelar Bimtek Kader Keamanan Pangan Bagi Dua Desa Pilot Project di Kabupaten Banyumas

Balai Besar Pengawasan Obat dan Pangan (BBPOM) Semarang menggelar bimbingan teknis kepada kader keamanan pangan, di Hotel Aston Purwokerto.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Permata Putra Sejati
Bimtek kader keamanan pangan BBPOM Semarang di Hotel Aston, Purwokerto, pada Rabu (9-10/6/2021) yang dihadiri Kepala BBPOM, Dra. Sandra M.P Linthin, bersama Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto, dan Kades Desa Gunung Lurah, dan Kades Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen.  

Penulis: Permata Putra Sejati

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Balai Besar Pengawasan Obat dan Pangan (BBPOM) Semarang menggelar bimbingan teknis kepada kader keamanan pangan, di Hotel Aston Purwokerto, Rabu dan Kamis (9-10/6/2021).

Kepala Balai Besar POM di Semarang, Dra. Sandra M.P Linthin, M.Kes mengatakan kegiatan ini bertujuan mengedukasi kemanan pangan desa dan jajanan pangan di sekolah.

Ada dua Desa di Banyumas yang menjadi pilot project gerakan tersebut, yaitu Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok dan Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen. 

"Intinya ingin memberdayakan komunitas di desa atau sekolah agar sadar keamanan pangan."

"Kader keamanan pangan di Desa seperti kader PKK, Karangtaruna, Puskesmas, dan sekolah untuk tahu bagaimana dalam pengawasan pangan," ujarnya kepada tribunjateng.com.

Pesertanya sekitar 49 orang kader keamanan pangan Desa dan 103 orang kader keamanan pangan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, kantor BBPOM Semarang juga memberikan alat-alat tes kit cepat untuk mendeteksi kandungan pangan secara cepat.

Khususnya untuk mengetes kandungan bahan berbahaya seperti Rhodamin, formalin, dan boraks.

Sementara itu Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto menyampaikan jika keamanan pangan memang menjadi prioritas.

Dia menginginkan agar tes keamanan pangan tidak hanya saat event tertentu saja.

"Melalui pelatihan ini diharapkan Desa mampu mendeteksi secara mandiri mana pangan yang berbahaya atau tidak," ungkapnya.

Setelah pelatihan ini para kader yang ada di desa juga dapat menularkan pengetahuan tersebut ke komunitasnya masing-masing. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved