Berita Korea Utara

Gaya Rambut Anda Mirip Bintang Kpop? Anda bisa Dihukum 15 tahun Bahkan Bisa Dihukum Mati

Korea Utara (Korut) baru-baru ini memperkenalkan undang-undang baru untuk membasmi segala jenis pengaruh asing.

Kompas.com/Istimewa
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un beserta istrinya, Ri Sol Ju, muncul saat mereka menonton konser di Teater Seni Mansudae di Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang, Selasa (16/2/2021).(KCNA via ASSOCIATED PRESS) 

TRIBUNJATENG.COM, PYONGYANG -- Korea Utara (Korut) baru-baru ini memperkenalkan undang-undang baru untuk membasmi segala jenis pengaruh asing.

Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu akan menghukum dengan keras siapa saja yang mengonsumsi film, memakai pakaian, hingga bercakap dengan bahasa gaul asing.

Bayangkan berada dalam kondisi lockdown yang konstan, tanpa internet, media sosial, dan hanya segelintir saluran televisi yang dikendalikan negara, yang dirancang untuk memberi tahu apa yang para pemimpin negara ingin rakyat dengar. Itulah kehidupan di Korut.

Kehidupan warga di Korut memang dirancang untuk dikendalikan. Laporan terbaru BBC menyebut, Korut sedang melakukan 'perang tanpa senjata', dengan ide yang dinilai 'sangat reaksioner' dan di luar nalar.

Siapa pun yang tertangkap sedang mengonsumsi hal dari Korea Selatan (Korsel), AS, atau Jepang, harus bersiap menghadapi hukuman mati.

Paling ringan, mereka yang tertangkap menonton harus menghadapi kamp penjara selama 15 tahun lamanya.

Sebelumnya, Kim memang menulis surat di media pemerintah, yang berisi seruan bagi Liga Pemuda Korut, untuk menindak perilaku tidak menyenangkan, individualistis, dan anti-sosialis di kalangan anak muda.

Singkatnya, pemimpin kelahiran 8 Januari 1984 itu ingin menghentikan pembicaraan, gaya rambut, dan pakaian yang berafiliasi dengan budaya asing.

Masih melansir laporan BBC, Kim Jong Un menyebut, semua budaya pop asing sebagai racun berbahaya.

Baru-baru ini, The Daily NK, publikasi online di Seoul, melaporkan tiga remaja Korea Utara dikirim ke kamp pendidikan ulang karena memotong rambutnya seperti idola K-pop, dan mengikat celana mereka di atas mata kaki.

Analis menyebut, pemimpin berusia 37 tahun itu jelas tidak melakukan perang dengan pasukan dan senjata nuklir atau rudal, tapi sedang perang melawan kebudayaan.

Apa yang dilakukannya jelas punya tujuan khusus, yakni menghentikan informasi dari negara luar. Khususnya, informasi yang menjelekkan Korut.

Karena itulah, putra Kim Jong Il itu berusaha menutup semua yang berasal dari luar, tak hanya informasi, tapi budaya.

Tak ada celah sedikitpun untuk dikonsumsi anak muda Korut. Isolasi yang dipaksakan itu sebenarnya malah memperburuk ekonomi yang sudah gagal. Apalagi setelah semua uang disalurkan ke dalam ambisi nuklir rezim. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved