Breaking News:

Penanganan Corona

Kabupaten Tegal Bangkit Lawan Covid-19, Denda Pelanggar Prokes Naik jadi Rp 100 Ribu

Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 resmi dicanangkan melalui kegiatan apel yang diikuti seluruh unsur forkopimda

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto berlangsungnya apel Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 yang diikuti seluruh unsur forkopimda, berlokasi di halaman Pemkab Tegal, Rabu (9/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 resmi dicanangkan melalui kegiatan apel yang diikuti seluruh unsur forkopimda, berlokasi di halaman Pemkab Tegal, Rabu (9/6/2021).

Hadir sebagai pemimpin apel mewakili Bupati Tegal Umi Azizah, Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, Kapolres Tegal AKBP Muhammad Ikbal Simatupang, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf. Sutan Pandapotan Siregar, dan pejabat pemerintahan lainnya.

Selain menyelenggarakan apel pencanangan Kabupaten Tegal Bangkit, Peraturan Bupati (Perbup) nomor 42 tahun 2021 juga resmi diberlakukan.

Adapun Perbup no 42 ini merupakan perubahan atas peraturan Bupati no 62 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal.

"Mulai Kamis (10/6/2021) besok, sesuai edaran kami akan menutup sementara pusat-pusat keramaian di Kabupaten Tegal salah satunya tempat wisata selama dua minggu. Tempat wisata disini baik yang dikelola Pemda, Kecamatan, dan Desa. Termasuk sanksi denda pelanggar prokes dari yang tadinya Rp 10 ribu sekarang Rp 100 ribu juga sudah diberlakukan," jelas Ardie, pada Tribunjateng.com.

Melalui pencanangan ini, menurut Ardie bisa sebagai pengingat untuk semua bahwa pandemi Covid-19 masih menghantui Kabupaten Tegal, bahkan sesuai data jumlah kasusnya semakin meningkat.

Sehingga tak lupa, Ardie mengingatkan masyarakat untuk patuh menerapkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

"Seperti yang sudah saya sampaikan, saat ini Kabupaten Tegal masuk zona merah penyebaran Covid-19. Pasca lebaran jumlah kasus terus meningkat, bahkan rata-rata penambahan kasusnya 60 orang per hari. Sehingga perlu adanya kerja sama semua unsur termasuk masyarakat," ujarnya.

Ditanya apakah selama dua minggu penutupan wisata, dari Pemkab Tegal memberikan bantuan untuk pedagang, Ardie menyebut dalam waktu dekat belum ada. 

Namun pihaknya mengajak semua warga Kabupaten Tegal untuk saling membantu bisa dengan membeli dagangan dan dalam bentuk lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved