Berita Semarang
Ruang ICU di Kabupaten Semarang Tersisa 10 Persen, Covid-19 Capai 11.717 Kasus
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang mencatat kasus penyebaran virus Corona (Covid-19) di Bumi Serasi terus mengalami penambahan sejak 6 Juni 2021
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
Penulis: M Nafiul Haris
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang mencatat kasus penyebaran virus Corona (Covid-19) di Bumi Serasi terus mengalami penambahan sejak 6 Juni 2021.
Akibatnya, tingkat keterisian pasien terkonfirmasi positif yang sedang menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) pada sejumlah rumah sakit rata-rata mencapai 90 persen.
Kepala DKK Semarang Ani Rahardjo mengatakan angka kumulatif kasus pasien positif Covid-19 saat ini berjumlah 11.717 kasus. Kemudian, yang bergejala dari temuan terbaru sebanyak 99 orang dan tanpa gejala ada 505 orang.
"Pada rumah sakit Gunawan Mangunkusumo (RS Ambarawa) keterisian ruang ICU 90 persen. Lalu, RSUD Ungaran 80 persen, dan rumah sakit Ken Saras sudah 100 persen. Semua tempat isolasi tidak berkurang justru bertambah. Semua rumah sakit sekarang berupaya menambah tempat tidur karena artinya ruang ICU tersisa 10 persen," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/6/2021)
Menurut Ani, kasus aktif penyebaran Covid-19 saat ini diangka 5,21 persen atau masih diatas angka prosentase Provinsi Jateng. Sedangkan tingkat kesembuhan pasien 90,98 persen, dan angka kematian mencapai 3,81 persen.
Ia menambahkan, berdasarkan grafik mingguan terjadi penambahan pasien Corona sebanyak 855 kasus. Dari data itu, trennya terjadi kenaikan sangat signifikan dan bahkan konsisten sehingga harus menjadi perhatian bersama.
"Kemudian yang sembuh sekarang tercatat 10.716 orang dan meninggal dunia sementara 450 orang. Yang dirawat, periode
Mei sampai Juni ada sebanyak 609 warga baik secara pemeriksaan media bergejala Covid-19 maupun tidak," katanya
Ani mengungkapkan, secara umum berdasarkan zonasi tingkat penyebaran virus Corona Kabupaten Semarang menempati urutan ke 11 dari daerah yang paling berisiko tinggi seperti Kudus, Sragen, Grobogan, Tegal, Jepara, dan Demak.
Selanjutnya, pasien yang dirawat pada ruang
isolasi terpusat di Suwakul ada 38 orang.
Kemudian di Hotel Garuda Kopeng terisi 18 orang dan Rusunawa Pringapus sementara dua orang.
"Masih tersisa 46 kamar yang masih kosong. Jadi kita kurang sedikit, apabila tidak gerak cepat dan maksimal bisa jatuh pada zona merah. Posisi kita sudah tidak aman lagi, waktunya membunyikan alarm," ujarnya (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-dkk-semarang-ani-rahardjo-saat-menggelar-jumpa-pers.jpg)