Berita Video
Video Viral Teror Begal Payudara Semarang Sasar Anak SMP
Kasus begal payudara terjadi di Kota Semarang. Korban kali ini menimpa pelajar kelas 2 SMP berinisial TM (14).
Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq
Penulis : Iwan Arifianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video viral teror begal payudara Semarang sasar anak SMP.
Kasus begal payudara terjadi di Kota Semarang.
Korban kali ini menimpa pelajar kelas 2 SMP berinisial TM (14).
Peristiwa itu terjadi Senin (7/6/2021) pukul 17.28 WIB.
Korban saat kejadian tengah berjalan sendirian dekat gapura gang Kalicari 3,RT 2 RW 3,Kalicari, Pedurungan.
Tiba-tiba dari arah belakang korban diremas di area dada oleh pria buncit dengan kaus bertuliskan Youtube Channel.
Beruntung korban sempat mengelak dan melarikan diri.
Ketua RT 2, Herman, menjelaskan, korban trauma selepas kejadian itu.
"Korban masih takut keluar rumah hingga sekarang karena takut dan trauma," paparnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/6/2021).
Dia menjelaskan, kronologi kejadian begal payudara bermula saat korban berjalan pulang ke rumahnya.
Korban baru saja membeli makanan ringan di warung yang tak jauh dari rumahnya.
Ketika berjalan pulang dari warung menuju rumah, saat itulah korban mendapatkan perlakuan asusila tersebut.
Untuk pelaku awalnya melintas mengendarai motor Supra 125 melalui pintu masuk gang dari arah barat menuju timur.
Melihat korban berjalan sendirian, pelaku memutar balik arah kendaraannya.
"Tiba-tiba tanpa rasa takut pelaku menyerang korban.
Tentu korban ketakutan," terangnya.
Dia menjelaskan, selepas melakukan aksinya pelaku lantas kabur ke arah barat atau jalan Supriyadi.
Kemudian membelok ke arah utara dengan melawan arus.
Korban memiliki ciri-ciri bertubuh buncit.
Mengenakan kaus hitam bertuliskan Youtube Channel.
Helm warna putih dengan motor Supra 125 pelat H5469AJE.
Berdasarkan pengamatan warga, pelaku bukan warga sekitar.
"Aksi pelaku sempat terekam kamera CCTV," ungkapnya.
Selepas kejadian itu, kata dia, sudah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Diakui, keluarga korban tak melaporkan kejadian itu secara resmi ke pihak kepolisian.
"Bingung juga mau lapor takut repot dan mental korban terganggu," terangnya.
Sementara itu, warga setempat, Bambang menjelaskan, sempat melihat rekaman CCTV dan mendeteksi pelat nomor yang digunakan pelaku.
Dia lalu berinisiatif mengecek pelat itu di aplikasi Samsat Online Sakpole.
Hasilnya, terdeteksi motor berasal dari Demak.
"Harapannya polisi lekas bertindak kasihan korban karena trauma," paparnya. (Iwn)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE: