Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Baznas Permudah ASN dan Karyawan BUMD Salurkan Zakat Profesi 

Baznas Kabupaten Tegal berencana membentuk unit pengumpul zakat di masing-masing organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal bidang Pemerintahan Dadang Darusman, saat membuka acara Sosialisasi Pembentukan UPZ, Selasa (8/6/2021) lalu di Ruang Rapat Gedung Begawat Gita, Setda Kabupaten Tegal. 

Penulis: Desta Leila Kartika  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal berencana membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) di masing-masing organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal

Hal tersebut dimaksudkan agar pembayaran zakat profesi, infak, dan sedekah dari aparatur sipil negara (ASN), termasuk karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) jadi lebih mudah.

Informasi tersebut disampaikan Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal bidang Pemerintahan Dadang Darusman, saat membuka acara Sosialisasi Pembentukan UPZ, Selasa (8/6/2021) lalu di Ruang Rapat Gedung Begawat Gita, Setda Kabupaten Tegal.

Baca juga: Miris, Satria Maling Burung di Kos-kosan, Ia Mengajak Anaknya yang Masih Kelas 2 SD

Baca juga: Rawan Himpun Kerumunan, Polda Metro Jaya Imbau McDonalds Hapus Sementara Menu BTS Meal

Baca juga: Jawaban Christian Sugiono Soal Konten YouTube Settingan: Yang Penting Entertaining

Baca juga: Wahyu Agung Grup Resmi Akuisisi 30 Persen Saham PSIS, Owner Ungkap Rasa Cintanya pada Mahes Jenar

Dadang mengatakan, zakat sebagai bagian dari sumber daya pembangunan umat untuk meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan sosial harus ditampung oleh lembaga resmi berbadan hukum supaya pengelolaanya transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sampai ke mustahik atau orang yang berhak menerima zakat.

Dengan dibentuknya UPZ ini, perolehan dana zakat profesi, infak dan sedekah dari ASN dan karyawan BUMD diharapkan semakin meningkat. 

“Perolehan dana zakat dari ASN kita melalui Baznas ini memang relatif rendah dan tertinggal dari kabupaten kota lain di Jawa Tengah. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan akses layanan pembayaran zakat. Maka, dengan dibentuknya UPZ ini akan memudahkan pengumpulan zakat dari ASN dan karyawan BUMD yang beragama Islam," jelas Dadang, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (10/6/2021).

Pembentukan UPZ ini, menurut Dadang, didasarkan pada Peraturan Bupati Tegal Nomor 72 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Zakat Profesi, Infak, dan Sedekah dari Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Badan Usaha Milik Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal

Ketentuannya, besaran zakat profesi ASN dan karyawan BUMD adalah 2,5 persen dari penghasilan brutonya. 

Sedangkan bagi pegawai yang tidak mencapai nishab, zakat profesinya untuk golongan III Rp 40 ribu, golongan II Rp 35 ribu, dan golongan I Rp 30 ribu.

Baca juga: Ganjar Temui Pedagang Pasar Wage Purwokerto Korban Kebakaran, Siapkan Dana 10 Miliar untuk Perbaikan

Baca juga: Video Miniatur KRI Nanggala-402 Kreasi Warga Grobogan untuk Panglima TNI

Baca juga: 93 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Masuk Klaster Takziah, 600 Bungkus Nasi Disiapkan Tiap Hari

Baca juga: Bawaslu Kota Semarang Ajak Perempuan di Bululor Aktif dalam Pengawasan Partisipatif

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved