Breaking News:

Tren Kasus Covid-19 Melonjak di Komunitas Mikro, Sejumlah Daerah Terapkan Lockdown Lokal

Lonjakan kasus covid-19 marak ditemukan hingga komunitas mikro seperti RT/RW harus diberlakukannya lockdown lokal tingkat RT hingga tingkat desa.

Editor: Vito
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Pemerintah Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, melakukan lockdown lokal RT 01 RW 04, Rabu (9/6/2021). Kasus covid di wilayah itu tercatat sebanyak 93 orang, dipicu kegiatan takziah ke kelurahan lain. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA  - Kasus baru covid-19 di Indonesia melonjak semakin kencang dalam beberapa waktu terakhir.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Kamis (10/6) ada tambahan 8.892 kasus baru infeksi virus corona di Indonesia, sehingga jumlah total menjadi 1,88 juta kasus positif.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari infeksi virus corona bertambah 5.661 orang, sehingga menjadi sebanyak 1,72 juta orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat covid-19 di Indonesia bertambah 211 orang menjadi sebanyak 52.373 orang.

Terus meningkatnya kasus harian covid-19 bahkan menyebabkan banyak tenaga kesehatan yang sudah divaksin juga ikut terpapar, hingga keterisian tempat tidur rumah sakit nyaris penuh.

Hal itu terjadi setelah pandemi covid-19 di Indonesia sempat stagnan berada di zona 'aman' sejak pertengahan Februari 2021. Indonesia sempat mengalami puncak kasus tertinggi mencapai 14 ribu kasus dalam sehari di akhir Januari 2021.

Kasus harian kini meningkat kembali nyaris mendekati 9 ribu dalam sehari. Lonjakan kasus pada sepekan terakhir diperkirakan sebagai dampak dari Idulfitri 1442 Hijriah.

Lonjakan kasus virus corona mulai marak ditemukan di sejumlah kabupaten/kota kecil hingga komunitas mikro seperti RT/RW di Indonesia, setidaknya dalam dua pekan terakhir. Hal itu harus diberlakukannya lockdown lokal tingkat RT hingga tingkat desa.

Seperti terjadi Plosokuning V, Minomartani, Ngaglik, Sleman, DIY, di mana ditemukan sebanyak 34 orang dinyatakan positif terpapar covid-19 dalam satu RT. "Barusan tadi (Kamis siang-Red) direncanakan (lockdown) untuk RT 22," kata Camat Ngaglik, Subagyo, Kamis (10/6).

Ia menuturkan, kasus pertama di wilayah itu terdeteksi pada Senin (7/6). Saat itu, diketahui ada seorang warga RT 22 RW 09 Plosokuning V yang dinyatakan positif terpapar virus Corona. "Awalnya ada orang yang bergejala, terus periksa mandiri, lalu ketahuan positif," katanya, saat dihubungi.

Penelusuran kontak selanjutnya menyasar sejumlah orang dekat pasien tersebut. Hasilnya, diperoleh 10 kasus baru pada Rabu (9/6). "Lalu hari ini (kemarin-Red) ada 23 (kontak erat positif covid-Red), jadi totalnya 34 orang," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, melakukan lockdown lokal RT 01 RW 04, menyusul temuan sebanyak 78 warga di wilayah itu terpapar covid-19 usai mengikuti rombongan takziah ke kelurahan lain.

Diduga mereka tertular usai mengikuti takziah di satu warga di Kelurahan Jotang. Kini, total warga Karangsari yang terpapar Corona klaster takziah menjadi 93 orang yang tersebar di dua gang.

Karantina wilayah juga terjadi di Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, karena 76 warganya terpapar covid-19, Kamis (10/6). Semua warga orang yang diketahui positif covid-19 merupakan warga RW 04. 

Sementara, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menginstruksikan kepada para camat dan lurah bersama satgasnya agar tidak ragu mendorong digelarnya lockdown atau karantina. Apalagi, jika di wilayah terkecilnya seperti RT/RW terjadi eskalasi peningkatan kasus covid-19.

Pemberlakuan lockdown tingkat wilayah itu sudah dilakukan di RT 07 RW 09 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Wilayah itu terpaksa melakukan lockdown karena ada satu keluarga besar, di mana delapan orang terkonfirmasi positif covid-19. (cnn/tribun jateng)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved