Breaking News:

Bank Wakaf Mikro Diyakini Bisa Ciptakan Pengusaha Baru

BWM memberikan kesempatan masyarakat mengakses produk-produk perbankan dan lembaga keuangan formal dalam membangun usaha baru.

Editor: Vito
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
ilustrasi - peresmian Bank Wakaf Mikro Apik di Pesantren Apik Kaliwungu, Kendal 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid menyebut, kehadiran Bank Wakaf Mikro (BWM) akan menciptakan para pengusaha baru di masyarakat.

“Keberadaan Bank Wakaf Mikro makin memberdayakan ekonomi masyarakat. Akses masyarakat ke perbankan dan lembaga keuangan formal terbuka lebar. Saya yakin akan lahir pengusaha-pengusaha baru di lingkungan pesantren," katanya, Jumat (11/6).

Menurut dia, BWM berperan signifikan dalam pembangunan ekonomi kerakyatan, karena memberikan kesempatan masyarakat mengakses produk-produk perbankan dan lembaga keuangan formal dalam membangun usaha baru.

Arsjad menuturkan, model bisnis BWM yang memberikan akses permodalan kepada masyarakat kecil, sebagai inkubator yang mempersiapkan para nasabahnya naik kelas menjadi pelaku usaha, yang dapat mengakses perbankan dan lembaga keuangan formal yang menerapkan persyaratan pembiayaan lebih kompleks.

“Kadin mendukung upaya pemerintah memperluas jangkauan Bank Wakaf Mikro yang memberikan modal pinjaman tanpa bunga tinggi, juga membuka wawasan masyarakat tentang bagaimana membangun usaha dan mengelola keuangan, sehingga terhindar dari jeratan lintah darat yang sangat merugikan," paparnya.

Saat ini, Arsjad menyatakan, terjadi pengembangan ekosistem digitalisasi BWM, berupa fitur BWM mobile, sinergi BWM marketplace, pengembangan pengawasan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) termasuk BWM.

“Pengurangan kemiskinan akan lebih cepat, karena masyarakat diberikan akses ke produk-produk perbankan dan keuangan yang ramah," kata calon ketua umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 itu.

"Saya optimistis jumlah Bank Wakaf Mikro akan terus bertambah, sehingga tercipta pelaku usaha baru di masyarakat. Kadin akan terus berkomitmen untuk mempercepat pengembangan Bank Wakaf Mikro," tambahnya.

BWM merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), yang berfokus pada pembiayaan masyarakat kecil. LKMS terbentuk berdasarkan kerja sama OJK dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas).

Sejak diluncurkan pada Maret 2018, sudah ada 61 BWM di berbagai pesantren yang tersebar di 19 provinsi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2021, realisasi pembiayaan Bank Wakaf Mikro telah mencapai Rp 67,4 miliar, yang disalurkan kepada lebih dari 45 ribu nasabah penerima manfaat. (Tribunnews/Seno Tri Sulistiyono)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved