Breaking News:

Berita Banjarnegara

Berhasil Kelola Sekolah Satu Atap di Daerah Terpencil, Yayuk Jadi Narasumber Nasional Kemdikbud

Yayuk Sugiyarti, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Satap Pagedongan berusaha keras untuk mengubah pandangan itu. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Istimewa
Yayuk Sugiyarti, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Satap Pagedongan 

Penulis: Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Sekolah satu atap  selama ini identik dengan keterbelakangan hingga kalah mutu dengan sekolah lain pada umumnya. 

Yayuk Sugiyarti, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Satap Pagedongan berusaha keras untuk mengubah pandangan itu. 

Karenanya, ia bergerak cepat membenahi sekolah yang diampunya. 

Sejumlah program inovasi ia lakukan, baik di bidang akademik maupun nonakademik. 

Meski berada di daerah terpencil, perbatasan Banjarnegara dan Kebumen, Yayuk berusaha agar output sekolahnya tidak kalah dengan sekolah unggulan. 

"Target kami ke depannya, output atau kualitas lulusan nantinya, tidak kalah dengan sekolah unggulan lainnya," katanya, Sabtu (12/6/2021).

SMP Negeri 2 Satap Pagedongan, berada di ujung selatan Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Desa Duren, Kecamatan Pagedongan. Saat ini, sekolah yang berada di wilayah perbukitan bagian selatan Banjarnegara ini, memiliki 158 siswa.

Kerja kerasnya nyatanya menuai hasil. 
Yayuk terpilih menjadi narasumber dalam kegiatan Fasilitasi Pendampingan SMP Afirmasi, yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 

Ia dinilai telah berhasil mengelola SMP Negeri 2 Satap Pagedongan hingga bisa menjadi percontohan pengelolaan SMP Satap di Indonesia.

Yayuk berhasil melewati beberapa tahapan ujian dan visitasi oleh tim penguji dari Kemendikbud Ristek untuk menjadi narasumber di beberapa kabupaten dan kota.

"Tanggal 7 Juni sampai 9 Juni kemarin saya menjadi narasumber di Bandung. Jadwal selanjutnya di Surabaya dan Yogyakarta," ujarnya

Yayuk mempresentasikan tentang pengelolaan SMP Satap di beberapa daerah mulai program unggulan yang terkait dengan pendidikan yang bermutu, program mengatasi permasalahan biaya operasional pendidikan, program memotivasi semangat belajar peserta didik serta tenaga pendidik, serta program kerjasama dengan masyarakat.

Ia berharap bisa memotivasi semua pihak untuk meningkatkan kualitas sekolah satu atap dan mengubah paradigma masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved