Breaking News:

Covid-19 Mengganas Lagi: Butuh Langkah Luar Biasa

lonjakan drastis penularan covid-19 pasca-libur Lebaran lalu, yang berdampak pada meroketnya angka keterisian tempat tidur fasilitas kesehatan

Editor: Vito
Freepik
Ilustrasi Virus corona 

TRIBUNJATENG.COM,  JAKARTA - Virus corona kembali mengganas di Indonesia, dengan terus terjadinya lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir, yang diyakini dampak dari libur Lebaran 2021. 

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris meminta pemerintah mengambil langkah luar biasa, menyoroti lonjakan drastis penularan covid-19 pasca-libur Lebaran lalu, yang berdampak pada meroketnya angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) fasilitas kesehatan di sejumlah daerah.

Menurut data Kemenkes per Jumat (11/6), BOR sejumlah provinsi bahkan sudah melewati batas WHO sebesar 60 persen, yakni Jateng (66 persen), DKI Jakarta (62 persen), Jabar (61 persen), dan Kalimantan Barat (61 persen). Khusus di RSD Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, bahkan BOR sudah sampai 75 persen.

Charles menilai, angka BOR di empat provinsi tersebut amat sangat mengkhawatirkan. Apalagi, beberapa laporan dari daerah menyebutkan ada pasien yang pingsan saat mengantre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan ada pula yang meninggal dunia saat baru masuk UGD.

"Ini adalah prakondisi faskes yang terancam kolaps. Melihat kondisi demikian, pemerintah harus melakukan langkah luar biasa untuk meredam angka penularan, dan mengantisipasi agar faskes tidak kolaps karena BOR melampaui batas," ujarnya, kepada wartawan, Minggu (13/6).

Politikus muda PDI Perjuangan itu mengatakan, langkah luar biasa tersebut harus dilakukan secara nasional, tidak cukup dengan PPKM Mikro yang selama ini dilakukan.

Menurut dia, dalam kondisi darurat seperti ini, 'rem' harus ditarik oleh pusat. Bukan lagi oleh daerah dengan berdasarkan sistem zonasi (merah, oranye, kuning, hijau) sebagaimana aturan PPKM Mikro.

Apalagi, Charles menyatakan, Menkes Budi Gunadi Sadikin pernah mengungkapkan indikasi bahwa ada pemerintah daerah yang dengan sengaja mengurangi testing hanya demi mengejar status zona hijau di wilayahnya.

"Dalam kondisi ledakan covid-19 di depan mata ini, seluruh pemangku kebijakan dan pemimpin-pemimpin daerah harus terbuka dan jujur tentang kondisi kesehatan di wilayahnya. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," tandasnya.

"Selebihnya, biar pemerintah pusat yang cepat ambil kendali supaya ledakan covid-19 yang mungkin terjadi tidak sampai sedestruktif seperti di India," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved