Breaking News:

Covid-19 Mengganas Lagi, Nakes: Lebih Ngeri, Pasien Tiba-tiba Meninggal

Virus corona kembali mengganas di Indonesia, dengan terus terjadinya lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir.

Penulis: arief novianto | Editor: Vito
Unsplash/Viktor Forgacs
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Virus corona kembali mengganas di Indonesia, dengan terus terjadinya lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir, yang diyakini dampak dari libur Lebaran 2021.

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat jumlah infeksi virus corona di Indonesia bertambah 9.868 orang pada Minggu (13/6). Penambahan itu menyebabkan kasus covid-19 kini mencapai 1,91 juta orang.

Kasus baru covid-19 tersebar di 33 provinsi. Dari data tersebut, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru yang tinggi. Kelima provinsi itu yakni DKI Jakarta (2.769 kasus baru), Jateng (2.579 kasus baru), Jabar (1.242 kasus baru), DIY (466 kasus baru), dan Jatim (418 kasus baru).

Satgas juga mencatat penambahan 4.655 pasien yang telah dinyatakan sembuh. Dengan demikian, total pasien sembuh dari covid-19 ada 1,74 juta orang.

Selain itu, kasus meninggal dunia bertambah 149 orang, sehingga total kematian akibat covid-19 hingga saat ini mencapai 52.879 orang.

Seorang tenaga kesehatan (nakes) sebuah rumah sakit swasta terkemuka di Kota Semarang bercerita, kasus covid-19 yang menjangkiti sejumlah pasien dalam beberapa waktu terakhir cukup mengerikan.

"Kemarin itu (Jumat-Red) ada pasien yang baru saya data perkembangan medisnya dalam kondisi baik dan sudah langsung saya laporkan ke dokter jaga. Tidak ada 10 menit saya kembali dari laporan, pasien itu saya temukan sudah meninggal. Sebelumnya teman saya (di rumah sakit yang sama-Red) juga memui hal yang sama," kata perawat wanita yang enggan disebutkan namanya itu, kepada Tribun Jateng, Sabtu (11/6).

Ia menduga hal itu akibat infeksi virus varian baru yang dalam beberapa waktu terakhir sudah ditemukan berada di Indonesia.

Hanya saja, hal itu tidak dibuktikan secara medis, karena memang tidak dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap virus yang menjangkiti pasien tersebut.

"Mungkin itu terinfeksi virus varian baru, tapi saya tidak tahu yang mana, karena memang tidak diteliti. Tetapi yang jelas sekarang lebih ngeri. Makanya harus lebih hati-hati," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved