Breaking News:

14 Warga Sragen Positif Corona Pulang dari Kudus, Dikhawatirkan Tertular Virus Varian B1617

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan melakukan sampling tes genome squensis kepada masyarakat Kecamatan Gemolong yang terkonfirmasi Covid-19.

SHUTTERSTOCK/peterschreiber.media
Ilustrasi situasi pandemi dengan kasus Covid-19 yang tidak terkendali bisa menyebabkan mutasi virus dan melahirkan varian baru virus corona seperti yang terjadi di Inggris dan Afrika Selatan. 

"Covid-19 varian baru tentu lebih bahaya, terkena bisa langsung meninggal dunia."

"Meskipun tanpa gejala penyakit lainnya, penularan lebih cepat dan meninggal lebih cepat," katanya.

Guna mengantisipasi virus tersebut Hargi menyampaikan agar masyarakat tetap mematuhi 3M. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak.

Selain itu juga harus mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga harus diterapkan masyarakat.

"Cara mengantisipasi ya prokesnya tetap harus jalan 3M."

"Orang yang sudah divaksinasi Covid-19 saja tetap ada yang kena, sehingga harus benar-benar Prokes," pungkasnya.

Sementara itu, penambahan kasus Covid-19 di Sragen juga terus mengalami peningkatan. Per hari Minggu kemarin ada tambahan kasus sebanyak 135.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved