Breaking News:

Berita Semarang

Angka Covid-19 Terus Naik, Wali Kota Hendi Kembali Perketat Aturan PKM

Wali Kota Hendrar Prihadi kembali perketat Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada wilayah yang dipimpinnya.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
Istimewa
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan Covid-19 di Polrestabes Semarang, Minggu (13/6). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Melonjaknya kasus Covid-19 di beberapa wilayah di Jawa Tengah, termasuk di Kota Semarang mendorong Wali Kota Hendrar Prihadi kembali memperketat Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PKM pada wilayah yang dipimpinnya. Hal itu dipastikan setelah Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan Covid-19 di Polrestabes Semarang, Minggu (13/6).

Adapun terus meningkatnya angka C

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan Covid-19 di Polrestabes Semarang, Minggu (13/6).
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan Covid-19 di Polrestabes Semarang, Minggu (13/6). (Istimewa)

OVID-19 di Kota Semarang disebut menjadi pertimbangan utama pengetatan aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayah ibu kota Jawa Tengah. Tercatat penderita COVID-19 di Kota Semarang telah menembus 1.000 orang pada tanggal 8 Juni 2021, tepatnya 1.039 orang. Jumlah tersebut terus meningkat hingga yang terbaru mencapai  1.321 orang, terdiri dari 778 pasien Kota Semarang dan 543 pasien luar Kota Semarang.

"Ada beberapa penyesuaian yang ditetapkan, yang pertama adalah terkait jam operasional usaha masyarakat seperti pusat perbelanjaan, restoran, pertokoan yang tadinya boleh beroperasi sampai pukul 23.00 sekarang disepakati sampai pukul 22.00 WIB,” terang Wali Kota Semarang tersebut.

Sementata itu untuk kegiatan sosial budaya yang sebelumnya diperbolehkan hingga 100 orang, sekarang dibatasi hanya 50 orang, termasuk semua aktivitas yang terkait seminar, dialog dan juga kegiatan pernikahan. "Kemudian, terkait kegiatan peribadatan dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat ibadah, termasuk pengajian dan kegiatan di Gereja," lanjut Hendi.

Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk memaklumi perubahan Perwal PKM dan mematuhi peraturan tersebut. "Saya mohon maklum dan mohon maaf kepada warga masyarakat bahwa PKM harus kita perketat lagi. Tapi, kita harus menyadari bahwa akhir-akhir ini angka Covid-19 di Semarang terus melonjak, sehingga ada beberapa poin dalam perwal PKM yang harus disesuaikan,” ujarnya.

Terkait dengan kapasitas rumah sakit yang semakin terbatas, Hendi menghimbau agar daerah di luar Semarang sebaiknya merujuk pasien Covid-19 ke daerah sekitar yang tingkat BOR atau Bed Occupancy Rate-nya di rumah sakit masih tersedia.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga telah mempersiapkan kembali kantor Diklat Kota Semarang yang memiliki kapasitas 100 orang dan Islamic Center yang mampu menampung 180 orang sebagai tempat isolasi bagi penderita Covid-19. Pemprov Jateng juga sudah mengizinkan penggunaan Kantor Diklat Jateng dan Gedung STIE Bank Jateng untuk dijadikan tempat karantina terpusat.

"Berbagai langkah antisipasi sudah dipikirkan dengan baik, yang penting kami himbau agar warga tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik," pungkas Hendi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved