Breaking News:

Berita Karanganyar

Bupati Karanganyar Minta Acara Hajatan Gunakan Konsep Banyu Mili Mulai 1 Juli 2021

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta supaya hajatan kembali menggunakan konsep banyu mili per 1 Juli 2021.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Istimewa
Satgas Covid-19 tingkat kecamatan mengecek penyelenggaraan hajatan di Kabupaten Karanganyar. 

Penulis: Agus Iswadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta supaya hajatan kembali menggunakan konsep banyu mili per 1 Juli 2021.

Sebelumnya Tim Satgas Covid-19 telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan hajatan di Kabupaten Karanganyar.  Dari hasil evaluasi terdapat kenaikan kasus Covid-19 cukup signifikan beberapa hari terakhir. 

Juliyatmono menyampaikan, perlu dilakukan pengetatan dan penguatan penanganan dalam PPKM Mikro serta disiplin protokol kesehatan. 

Baca juga: 57 Warga Positif Covid-19 Jadi Klaster Masjid di Karanganyar, Satu Dusun Dilockdown

Baca juga: Dua Ketua Lingkungan Pimpin Pemuda Katolik Karanganyar

Baca juga: Mbah Daliman Lagi Netesi Mata, Tiba-tiba Api Sudah Berkobar Bakar Rumah di Karanganyar

Baca juga: Siswa di Karanganyar Bisa Masuk Sekolah Mulai Juli 2021, Sistemnya Diatur Bupati

"Saya evaluasi saya amati kami berketetapan per 1 Juli 2021 saya ingin hajatan itu kembali kita terapkan model banyu mili. Semuanya. Masih cukup waktu untuk disosialisasikan," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (14/6/2021). 

Dia menuturkan, penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan hajatan sudah cukup baik seperti penyediaan hand sanitizer, cuci tangan, termo gun, dan mengenakan masker. 

Akan tetapi dengan konsep piring terbang atau penyediaan makanan di lokasi hajatan dinilai dapat berpotensi terhadap penularan Covid-19. Sehingga diharapkan penyelenggaraan hajatan dapat diubah dengan konsep banyu mili dan makanan tamu dapat dibungkus untuk dibawa pulang. 

"Saya khawatir saat piring terbang itu ada snack, makan, ada sup, siapapun pasti membuka masker dan itu potensi penularan tinggi," ucapnya. 

Di samping itu, Yuli sapaan akrabnya juga meminta supaya penyelenggaraan hajatan dapat dipersingkat sehingga durasi waktu orang berada dalam satu tempat tidak terlalu lama. 

Terpisah, Kepala Satpol PP Karanganyar Yophy Eko Jati Wibowo mengatakan, Satpol PP telah menyosialisasikan kebijakan itu kepada kades dan kadus melalui camat di masing-masing kecamatan. 

"Supaya ada persiapan. Kemungkinan ini sudah mulai mencari rekomendasi. Nanti pemberian rekomendasi per 1 Juli 2021 diberi catatan wajib banyu mili," terangnya. 

Dia mengungkapkan, secara umum aturan penyelenggaraan hajatan masih sama. Hanya saja yang berbeda pada konsep acara yakni menggunakan model banyu mili per 1 Juli 2021. Acara hajatan dapat digelar pada siang hari.

"Nanti per 1 Juli, Satgas desa dan kecamatan memastikan hajatan sesuai ketentuan. Kalau saat pemantauan tidak sesuai ketentuan, disesuaikan dulu baru dilanjutkan," pungkasnya. (Ais).

 Berita terkait Karanganyar

Berita terkait hajatan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved