Breaking News:

Menkeu Waswas Lonjakan Kasus Covid-19 bakal Tekan Ekonomi Lagi

Naiknya kasus covid-19 yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021.

Editor: Vito
Shutterstock
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COMM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati khawatir naiknya kasus covid-19 yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021.

Pasalnya, kenaikan kasus covid-19 menekan mobilitas dan aktivitas konsumsi masyarakat. Sementara pada kuartal II/2021, pemerintah memasang target ekonomi tumbuh 8,3 persen.

"Kalau kita lihat kasus saat ini lonjakannya cukup besar. Jadi kenaikan yang sangat tinggi pada bulan Juni ini harus kita waspadai, karena Juni ini adalah bulan terakhir dari triwulan II 2021," katanya, dalam Rapat Kerja KSSK bersama Komisi XI DPR, Senin (14/6).

Wanita yang akrab disapa Ani itu menjelaskan, kasus covid-19 pada Juni ini sudah meningkat di beberapa provinsi di Pulau Jawa.

Padahal tadinya, peningkatan kasus covid-19 terjadi di luar Pulau Jawa, antara lain, Riau, Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat.

Namun, adanya libur panjang pasca-Idulfitri membuat kasus bergerak ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

"DKI Jakarta terjadi kenaikan, Wisma Atlet kemarin, bed occupancy ratio-nya naik dari 16 persen, kemudian 29 persen, lalu 33 persen. Dan sekarang sudah di angka 80 persen," beber Sri Mulyani.

Tak hanya itu, kondisi ekonomi RI akan bergantung pada kondisi ekonomi global. Saat ini, terjadi lonjakan kasus harian di beberapa negara tetangga, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Kenaikan kasus tersebut akan mempengaruhi kondisi ekonomi negara-negara di kawasan ASEAN dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara emerging, termasuk Indonesia.

"Dampak kasus bisa menjalar dan sudah terjadi sekarang masuk ke Indonesia. Ini yang akan kita waspadai nanti pengaruhnya kepada kegiatan ekonomi, terutama kuartal II/2021," tandasnya. (Kompas.com/Fika Nurul Ulya)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved