Breaking News:

Berita Regional

Penerimaan Calon Taruna Akmil TNI 2021 Diberlakukan Sistem Barcode Agar Tidak Ada Kecurangan

Penerimaan Taruna Akademi Militer TA 2021 tingkat Subpandasus Kodam IV/Diponegoro tengah berlangsung.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
calon Taruna Akademi Militer memasuki tahap Sidang Parade yang berlangsung di Balai Diponegoro, Senin (14/06/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Penerimaan Taruna Akademi Militer TA 2021 tingkat Subpandasus Kodam IV/Diponegoro tengah berlangsung.

Saat ini penerimaan calon Taruna Akademi Militer memasuki tahap Sidang Parade yang berlangsung di Balai Diponegoro, Senin (14/6/2021).

Sidang Parade Penerimaan Calon Taruna Akademi Militer TA 2021 Tingkat Subpandasus Kodam IV/Diponegoro, dipimpin oleh Aspers Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Hendi Ahmad Pribadi.

Amanat Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNi Rudianto yang dibacakan Kolonel Inf Hendi mengatakan sasaran yang dicapai dalam kegiatan Sidang Parade ini adalah untuk memenuhi alokasi penerimaan Taruna Akademi Militer  TA 2021 Panda IV/Diponegoro sebanyak 53  orang, dengan kriteria lulus kesehatan, jasmani, psikologi, mental Ideologi serta Akademik. 

Berdasarkan data yang ada, saat ini jumlah pendaftar yang diajukan untuk ikut sidang parade sebanyak 469 orang.

"Sementara alokasi jumlah personel untuk mengikuti seleksi tingkat Panda di Rindam IV/Diponegoro sebanyak 6 kali alokasi penerimaan yaitu 318 orang, terdiri dari 305 orang sumber regular dan 13 orang sumber spotting Panda," jelasnya.

Pada amanatnya tersebut, Pangdam meminta kepada semua tim yang terlibat agar benar-benar bertindak jujur dan obyektif dalam menentukan calon Taruna. 

Hal ini sangat penting dalam mendapatkan profil calon Prajurit yang berkualitas.

 “Pilihlah calon yang terbaik diantara semua calon yang ada," tegasnya.

Ia mengatakan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama sebagai calon Taruna Akademi Militer.

Tidak ada pengecualian dari segi ekonomi maupun kalangan.

Oleh karena itu, Komando telah mengambil kebijakan untuk menggunakan Barcode dalam setiap tahapan seleksi guna meminimalisir kecurangan dan kesalahan yang bisa mengarah kepada Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). 

"Diharapkan dengan adanya kebijakan seperti ini, pelaksanaan seleksi penerimaan calon Taruna Akmil dapat berjalan dengan lancar serta transparan," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved