Breaking News:

Berita Regional

Petugas Hanya Dapat 477 KTP dari Penyekatan Jembatan Suramadu, Pengendaranya Kabur

Sejumlah 477 Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik pengendara masih diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya dari tes kesehat

Editor: m nur huda
KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Ratusan pengendara mengikuti tes swab antigen secara massal saat melintas di pos penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Minggu (6/6/2021). 

 TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Sejumlah 477 Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik pengendara masih diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya dari tes kesehatan di Posko Kesehatan, Jembatan Suramadu, sisi Surabaya.

Sedangkan pengendara kabur sebelum dilakukan tes swab antigen oleh petugas.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto, jumlah tersebut dihimpun petugas kurun waktu delapan hari.

Di mulai sejak hari kedua berlangsungnya proses tes kesehatan di Jembatan Suramadu, yakni Minggu (6/6/2021) hingga Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Ada Makam Unik, Nisan Berbentuk Mobil Utuh dengan Nama Rio di Gunung Sempu

Baca juga: Pasien Covid-19 Asal Madura Kabur Takut Disuntik, Nurut Saat Diiming-imingi Makan Enak

Baca juga: Hoaks Pemudik Berenang di Bawah Jembatan Suramadu, Fakta: Prajurit TNI AL Latihan di Selat Madura

Baca juga: Berawal Bunyi Klakson, Seorang Tokoh Masyarakat di Madura Tewas Dibunuh, Korban Sempat Tantang Duel

Dari ratusan jumlah KTP yang saat ini diamankan di Kantor Satpol PP Kota Surabaya, 65 KTP di antaranya milik warga Kota Surabaya.

Sedangkan 412 KTP lainnya, milik warga luar Kota Surabaya.

"Hingga hari kedelapan yang tercatat kabur dengan meninggalkan KTP yang dibawa petugas, sebanyak 477 buah," ujar Kepala Satuan Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Pemkot Surabaya itu, Minggu (13/6/2021).

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan semua KTP yang disita pihaknya, akan dilakukan pemblokiran database sementara di bagian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Artinya, si pemilik KTP tidak akan bisa membuat KTP baru atau pengganti, meskipun melalui tahapan secara konvensional dengan mengklaim KTP tersebut hilang melalui laporan kepolisian.

"Kalau KTP Surabaya, akan kami pemblokiran, Dispenduk, ketika mereka hendak memperpanjang KTP dengan alasan kehilangan di kepolisian itu tidak bisa," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved