Breaking News:

Berita Ungaran

Saluran Irigasi Ditutup Perusahaan, Warga Bergas Kidul Protes ke Kepala Desa

Sejumlah warga Desa Bergas Kidul Kabupaten Semarang protes ke pemerintah desa setempat, Sabtu (12/6). 

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Kepala Desa Bergas Kidul Heri Nugroho saat menunjukkan lokasi pembangunan PT Inti Sandang di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sejumlah warga Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang mengajukan protes ke pemerintah desa setempat, Sabtu (12/6/2021). 

Warga yang rata-rata berprofesi menjadi petani itu mengaku dirugikan perusahaan PT Inti Sandang karena membangun pagar diatas saluran irigasi dan jalan setapak di areal sawah. 

Seorang petani Ngadiono mengatakan akibat pemagaran sepihak oleh perusahaan saluran pengairan menuju persawahan terganggu. Bahkan, para petani terpaksa membuat saluran lain agar tanaman padi dapat teraliri air.

"Kami sudah protes ke Pak Kades. Kami juga sudah sampaikan pula ke perwakilan perusahaan, tapi apakah sampai atau tidak kami tidak tahu, karena biasanya orang bawahan yang di lapangan," terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (14/6/2021) 

Ngadiono mengaku tanah sawah miliknya total seluas 2.000 meter persegi pernah hendak dibeli perusahaan sekira tahun 1997 tetapi secara penawaran harga tidak tercapai kesepakatan.

Petani lainnya Sugiono menambahkan, terkait persoalan saluran irigasi yang kemudian didirikan pagar perusahaan pernah dijanjikan diganti. 

"Soal saluran irigasi itu dulu dijanjikan mau dibuatkan, tapi tidak ada perkembangan akhirnya saya buat sendiri," katanya

Sugiyono menyatakan sekira tahun 1993 pernah ditawari perusahaan untuk membeli tanah miliknya seluas 8.000 meter persegi. Hanya saja ketika tiba waktu dilakukan pembebasan tanah sekaligus pembayaran tidak ada pemberitahuan kemudian batal.

Kepala Desa Bergas Kidul Heri Nugroho menerangkan status perusahaan PT Inti Sandang yang tengah melakukan pembangunan dimiliki pengusaha asal Kota Solo Edy Iskandar. 

"Mereka sudah ijin ke desa. Kami juga sudah sampaikan bahwasannya jalan setapak dan irigasi serta tanah sawah milik warga supaya tidak terganggu. Tapi kenyataan itu (saluran) kena alat berat dan rusak, kemudian didirikan pagar," ujarnya 

Heri menjelaskan, sesuai ijin yang disampaikan ke desa tanah untuk pembangunan perusahaan memiliki luas sekira 20 hektare. Kemudian, didalam areal itu juga masih terdapat tanah milik warga Bergas Kidul. 

Dia mengungkapkan, atas aduan masyarakat diakui telah dikomunikasikan dengan perwakilan perusahaan tetapi belum ada tindaklanjut. 

"Tanah itu dahulu bekas bengkok Desa Randugunting, dan sisanya jual beli dengan warga Bergas Kidul. Atas itu, jika tidak kunjung selesai saya berharap Pemkab Semarang mengkaji ulang dalam proses perijinan, UPL, UKL, dan dampak lingkungan lainnya," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved