Breaking News:

Berita Video

Video Inspirasi Usaha Sepeda Penny Farthing Semarang Tembus Pasar Ekspor

Sejak pandemi covid-19 menerpa, tren bersepeda di masyarakat semakin meningkat. Toko-toko sepeda pun turut terkena dampak positif

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Berikut ini video inspirasi usaha sepeda penny farthing Semarang tembus pasar ekspor.

Sejak pandemi covid-19 menerpa, tren bersepeda di masyarakat semakin meningkat. Toko-toko sepeda pun turut terkena dampak positif dengan kenaikan omzet, karena membeludaknya pembeli.

Hal itupun berlaku bagi jasa perakitan sepeda penny farthing di Kota Semarang.

satu perajin sepeda khas Eropa tahun 1880-an itu, Ardhyan Dhimas (17), warga Perumahan Sedayu Indah Cluster, Bangetayu Wetan, Genuk Kota Semarang, mengatakan, dirinya mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan dari penjualan karya yang diwariskan ayahnya tersebut.

"Sejak tren sepeda di tengah pandemi covid-19, penjualan sepeda Penny Farthing juga semakin meningkat, karena semakin banyak orang yang tahu. Harganya satu unit saja Rp 20 jutaan, kalau tiga unit berarti Rp 60 juta.

Terakhir kemarin (beberapa waktu lalu-Red) terjual enam unit. Itu tinggal dikirim saja," kita penerus usaha milik almarhum Daronjin itu, akhir pekan lalu.

Ardhyan menuturkan, dalam mengerjakan perakitan sepeda roda tinggi tersebut, dirinya dibantu dua kawan almarhum ayahnya. Berbagai ukuran dibuat mulai ukuran lingkar ban 40 inci dengan tinggi roda 102 sentimeter seharga Rp 12 juta, ukuran 44 inci setinggi 112 sentimeter Rp 15 juta, dan 48 inci setinggi 122 sentimeter Rp 16 juta.

Sepeda terbesar yang pernah dibuat bersama mendiang ayahnya sampai pada ukuran lingkar ban 62 inci dengan ketinggian 160 sentimeter dengan kisaran harga Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. "Kalau sepeda ini dari lelang kemarin harganya Rp 80 juta," tuturnya, sambil menunjuk satu sepeda.

Ardhyan menyturkan, dalam perakitan satu unit sepeda, ia membutuhkan bahan baku yang di antaranya didapatkan melalui impor. Pembuatan satu unit sepeda membutuhkan waktu 4-6 bulan, bergantung tingkat kerumitan masing-masing.

Biasanya, dia menambahkan, konsumen harus melakukan pembelian secara inden dahulu selama 3-4 bulan jika ingin memiliki Penny Farthing buatannya.

"Biasanya konsumen membayar uang muka 50 persen dahulu untuk biaya operasional, kalau sudah jadi baru pelunasan. Namun untuk saat ini pesanan kami tutup sementara, karena fokus penyediaan stok terlebih dulu," paparnya.

Ardhyan mengungkapkan, sejak jasa perakitan sepeda itu dibuka pada 2013 lalu hingga kini, para pembeli sudah tersebar dari berbagai penjuru. Di Indonesia, konsumen berasal dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Medan, Gorontalo, Bandung, Surabaya, dan lain-lain.

Sedangkan pasar luar negeri, sepeda klasik rakitannya itu mampu menjangkau pasar Eropa. Selain secara langsung, produk itu ia jual melalui sosial media hingga marketplace.

"Di luar negeri itu di antaranya ke Spanyol, Italia, Prancis, dan Malaysia. Kalau pesanan sekarang ada dari Jakarta dua unit, Palembang satu unit, dan Malaysia," jelasnya. (idy)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved