Breaking News:

Berita Kewndal

BOR di Kendal Capai Persen, Pemkab Buka Kembali Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kamis Mendatang

Bupati Kendal sebut angka keterisian tempat tidur pasien corona di sejumlah rs mencapai 63 persen.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Humas RSI Muhammadiyah Kendal memperlihatkan penambahan tempat tidur baru di lantai 4 untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang masuk, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, angka keterisian tempat tidur pasien corona atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit Kendal mencapai 63 persen. Jumlah ini menjadi perhatian khusus bupati dengan mengambil langkah cepat agar BOR di Kabupaten Kendal bisa turun.

Dico mengatakan, keterisian 63 persen saat ini belum termasuk kapasitas ruang isolasi yang ada di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC). Rencananya, RSDC yang saat ini digunakan sebagai tempat karantina terpusat akan dikembalikan lagi sebagai rumah sakit darurat dalam beberapa hari ke depan.

"Arahan presiden jika (BOR-red) di atas 50 persen, membahayakan. Saat ini di Kendal mencapai 63 persen. Kita maksimalkan (upaya-red) agar BOR di bawah 50 persen dengan pembukaan RSDC. Kita optimalkan juga tempat lain di kecamatan yang tidak zona merah ada tempat sentra isolasi mandiri," terang Dico saat meninjau warga Karangsari yang melakukan lockdown lokal, Selasa (15/6/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay menambahkan, hampir semua ruang isolasi di rumah sakit mencapai batas maksimal daya tampung. 

Pihaknya sudah berkordinasi dengan semua direktur rumah sakit yang ada agar menambah jumlah tempat tidur khusus pasien Covid-19. Hasilnya, didapatkan penambahan 37 tempat tidur baru di RSUD dr Soewondo dan RSI Muhammadiyah Kendal. 

"RSI siap tambah tempat tidur 30 bertahap, RSUD tambah 7 tempat tidur namun mau rekrut nakes dahulu, saat ini baru 55 tempat tidur dengan target 60 lebih. Untuk RS Charli sedianya ada 18 tempat tidur, saat ini bisa menyediakan 12 tempat tidur karena ada tenaga kesehatannya terpapar Covid-19," terang Ferinando.

Ia melanjutkan, berdasarkan arahan dari pemerintah pusat dan provinsi, setiap rumah sakit harus menyediakan ruang isolasi Covid-19 minimal 30 persen dari total ruang perawatan yang ada. Saat ini, baru dua rumah sakit yang sudah memenuhi kriteria yang ditentukan. Adalah Rumah Sakit Darul Istiqomah Kaliwungu, dan Rumah Sakit Baitul Hikmah Gemuh. 

Selain itu, Dinas Kesehatan sudah mengintruksikan pihak rumah sakit menambah 1 ruang ICU yang ditempatkan di RSI Muhammadiyah Kendal. 

Humas RSI Muhammadiyah Kendal, Farid Hermawan menambahkan, di RSI ada 27 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Delapan orang di antaranya masih dalam kondisi suspec. 

Kata Farid, sebanyak 36 tempat tidur dari 20 tempat tidur khusus pasien Covid-19 saat ini sudah penuh. Pihaknya pun masih kewalahan mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 dan pasien non-Covid-19 yang masuk di RSI Kendal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved