Breaking News:

Membaiknya Kinerja Ekspor Impor Jadi Sinyal Positif Pertumbuhan Ekonomi

peningkatan ekspor dan impor ini menunjukkan adanya geliat aktivitas ekonomi, terutama dari industri pengolahan

Editor: Vito
tribunjateng/dok
aktivitas bongkar muat di TPKS Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kinerja ekspor dan impor yang mencatatkan pertumbuhan pada Mei 2021 diyakini menjadi satu sinyal perekonomian kuartal II/2021 akan kembali ke zona positif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, peningkatan ekspor dan impor ini menunjukkan adanya geliat aktivitas ekonomi, terutama dari industri pengolahan yang juga sudah terbukti dari nilai PMI Manufaktur Mei 2021 yang tercatat sebesar 55,3.

“Kalau kita lihat, kinerja ekspor yang meningkat, tidak mungkin ada ekspor kalau tidak ada produk yang dihasilkan. Selain itu, peningkatan impor berarti menunjukkan kita membutuhkan bahan untuk diolah,” katanya, Selasa (15/6), via video conference.

Suhariyanto memerinci, ekspor pada Mei 2021 tercatat mencapai 16,60 miliar dollar AS atau naik 58,76 persen yoy. Peningkatannya didorong oleh ekspor di seluruh sektor, baik ekspor migas, pertanian, industri, dan tambang.

Ekspor migas tercatat 936,6 juta dollar AS atau naik 66,99 persen yoy. Ekspor pertanian tercatat 237,2 juta dollar AS atau naik 0,69 persen yoy.

Ekspor industri tercatat 12,82 miliar dollar AS atau naik 54,02 persen yoy, dan ekspor tambang sebesar 2,59 miliar dollar AS atau naik 95,37 persen yoy.

Sementara, impor tercatat sebesar 14,23 miliar dollarAS atau naik 68,68 persen yoy. Peningkatan itu juga didorong oleh peningkatan seluruh impor penggunaan barang.

Impor barang konsumsi tercatat 1,40 miliar dollar AS atau naik 50,34 persen yoy. Sementara impor bahan baku sebesar 10,94 miliar dollarAS atau naik 79,11 persen yoy. Sedangkan impor barang modal tercatat 1,89 miliar dollarAS atau naik 35,28 persen yoy.

Dengan perkembangan itu, Suhariyanto optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 akan terdongkrak. Apalagi, kinerja ekspor impor Indonesia memegang pangsa sekitar 19-21 persen dari total PDB.

“Ditambah dengan konsumsi pemerintah yang diharapkan naik, investasi, juga konsumsi rumah tangga, saya yakin pertumbuhan ekonomi akan masuk ke zona positif pada kuartal II/2021,” paparnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved