Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Membaiknya Kinerja Ekspor Impor Jadi Sinyal Positif Pertumbuhan Ekonomi

peningkatan ekspor dan impor ini menunjukkan adanya geliat aktivitas ekonomi, terutama dari industri pengolahan

Tayang:
Editor: Vito
tribunjateng/dok
aktivitas bongkar muat di TPKS Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kinerja ekspor dan impor yang mencatatkan pertumbuhan pada Mei 2021 diyakini menjadi satu sinyal perekonomian kuartal II/2021 akan kembali ke zona positif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, peningkatan ekspor dan impor ini menunjukkan adanya geliat aktivitas ekonomi, terutama dari industri pengolahan yang juga sudah terbukti dari nilai PMI Manufaktur Mei 2021 yang tercatat sebesar 55,3.

“Kalau kita lihat, kinerja ekspor yang meningkat, tidak mungkin ada ekspor kalau tidak ada produk yang dihasilkan. Selain itu, peningkatan impor berarti menunjukkan kita membutuhkan bahan untuk diolah,” katanya, Selasa (15/6), via video conference.

Suhariyanto memerinci, ekspor pada Mei 2021 tercatat mencapai 16,60 miliar dollar AS atau naik 58,76 persen yoy. Peningkatannya didorong oleh ekspor di seluruh sektor, baik ekspor migas, pertanian, industri, dan tambang.

Ekspor migas tercatat 936,6 juta dollar AS atau naik 66,99 persen yoy. Ekspor pertanian tercatat 237,2 juta dollar AS atau naik 0,69 persen yoy.

Ekspor industri tercatat 12,82 miliar dollar AS atau naik 54,02 persen yoy, dan ekspor tambang sebesar 2,59 miliar dollar AS atau naik 95,37 persen yoy.

Sementara, impor tercatat sebesar 14,23 miliar dollarAS atau naik 68,68 persen yoy. Peningkatan itu juga didorong oleh peningkatan seluruh impor penggunaan barang.

Impor barang konsumsi tercatat 1,40 miliar dollar AS atau naik 50,34 persen yoy. Sementara impor bahan baku sebesar 10,94 miliar dollarAS atau naik 79,11 persen yoy. Sedangkan impor barang modal tercatat 1,89 miliar dollarAS atau naik 35,28 persen yoy.

Dengan perkembangan itu, Suhariyanto optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 akan terdongkrak. Apalagi, kinerja ekspor impor Indonesia memegang pangsa sekitar 19-21 persen dari total PDB.

“Ditambah dengan konsumsi pemerintah yang diharapkan naik, investasi, juga konsumsi rumah tangga, saya yakin pertumbuhan ekonomi akan masuk ke zona positif pada kuartal II/2021,” paparnya.

Adapun, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2021 masih mencetak surplus. BPS mencatat, surplus neraca perdagangan pada Mei 2021 sebesar 2,36 miliar dollar AS.

Suhariyanto menyatakan, surplus itu meningkat dibandingkan dengan April 2021 sebesar 2,19 miliar dollar AS.

Bahkan, bila dilihat dari awal 2021, surplus pada Mei 2021 ini merupakan yang tertinggi selama tahun berjalan, dan merupakan surplus yang ke-13 kalinya sejak 2020.

“Capaian ini perlu diapresiasi. Tentunya kita berharap ke depan neraca perdagangan kita akan mengalami surplus dengan tren yang lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan barang sepanjang Januari-Mei 2021 mencetak surplus 10,17 miliar dollar AS. Capaian itu lebih baik dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencetak surplus 4,18 miliar dollar AS.

“Ke depan kami berharap kinerja neraca perdagangan ini akan memberi kontribusi yang sangat positif kepada pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021, dan diharapkan pertumbuhan ekonomi akan tinggi, dan meninggalkan zona kontraksi,” tandasnya. (Kontan.co.id/Bidara Pink)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved