Breaking News:

Berita Kendal

Petugas Tracing 600 Orang Klaster Perumahan di Kaliwungu Kendal

Kasus Covid-19 di Kendal memanas seusai ada warga Perum Griya Pantura meninggal dengan gejala Covid-19.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Tenaga kesehatan Puskesmas Kaliwungu melakukan swab massal warga Perumahan Griya Pantura Desa Sarirejo, Kendal, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal kembali memanas setelah ditemukan warga Perumahan Griya Pantura Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu meninggal dengan gejala Covid-19. Dia adalah laki-laki berusia 41 tahun asal Gunungpati, Kota Semarang.

Bidan Desa Sarirejo, Wiji Lestari mengatakan, warga RW 10 Perum Griya Pantura ini dilaporkan mengalami batuk, pilek, badan meriyang, dan sesak nafas selama 1 pekan. Oleh tim medis puskesmas setempat, pasien hendak dibawa ke rumah sakit di Kendal dengan status suspec Covid-19 pada, Selasa (8/6/2021).

Namun, tak ada ruang perawatan Covid-19 yang kosong, sementara pasien harus mendapatkan penanganan medis secepatnya. Nakes pun berkordinasi dengan pihak desa dan membawa pasien dirujuk ke rumah sakit Tugurejo Kota Semarang dengan menggunakan mobil ambulance desa. 

"Saat dibawa ke rumah sakit Tugu, pasien meninggal di jalan. Belum sempat dilakukan tes swab untuk mengetahui statusnya apakah terpapar Covid-19 atau tidak, namun gejalanya mengarah ke Covid-19," terangnya, Selasa (15/6/2021).

Petugas kesehatan Puskesmas Kaliwungu menindaklanjuti dengan tracing di RW 9, 10, dan 11 di perumahan Griya Pantura. Ditemukan 600 orang yang diduga kontak erat dengan pasien, dan dilakukan swab massal bertahap selama 4 hari. 

"Untuk tes swab kita lakukan bertahap, hari pertama ini 50-100 orang. Tracing dilakukan mendalam karena tetangga yang meninggal juga ternyata terpapar Covid-19. Diduga terpapar dari lingkungan luar," ujarnya. 

Kepala Desa Sarirejo, Zainal Muttaqin menambahkan, saat ini di RW 10 baru terdeksi 1 orang terpapar Covid-19. Sementara total warga Sarirejo yang terpapar Covid-19 berjumlah 20 orang. 

Ia berharap pihak-pihak terkait seperti bidan dan tenaga kesehatan puskesmas bisa lebih aktif melakukan aksi pencegahan untuk membantu petugas Satgas PPKM mikro dalam menanggulangi Covid-19. 

"Kami harap tidak hanya sekadar petugas PPKM mikro saja, namun instansi terkait bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar penyebaran virus bisa ditekan," tuturnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, dari sejumlah warga Sarirejo yang terpapar Covid-19, 5 orang di antaranya kini menjalani perawatan di rumah sakit dengan gejala sesak nafas. 

Pihaknya masih memantau apakah terjadi lonjakan kasus setelah dilakukan tes swab massal di Sarirejo. Apabila banyak warga yang dinyatakan positif Covid-19, Dinkes Kendal bakal mengambil sampel pasien Covid-19 untuk dibawa ke UGM Semarang agar dilakukan pemeriksaan jenis varian baru. Sehingga diperlukan kewaspadaan tinggi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. 

"Data pekan kemarin dengan pekan ini ada peningkatan kasus hingga 230 persen. Dua hari terakhir kita uji laboratorium 140 sampel, hasilnya 96 positif Covid-19. Sehingga memang kita harus waspada. Bahkan gubernur Jateng sudah wanti-wanti, Kendal hati-hati. Bupati juga sudah mengarahkan agar ada sosialisasi masif lewat operasi yustisi," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved