Breaking News:

Puisi

Puisi Menenangkan Rindu Aan Mansyur

Puisi Menenangkan Rindu Aan Mansyur: Bumi tidak butuh banyak bulan. Bulan sendiri, pandai, dan kekanak-kanakan. Dia bisa jadi

Penulis: iam | Editor: abduh imanulhaq
GRAMEDIA.COM
Aan Mansyur 

Puisi Menenangkan Rindu Aan Mansyur

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Menenangkan Rindu Aan Mansyur:

Menenangkan Rindu

Bumi tidak butuh banyak bulan.
Bulan sendiri, pandai, dan
kekanak-kanakan. Dia bisa jadi
pisang ambon, mangkuk pecah
ibumu, atau martabak utuh jika
kau lapar. Dia akan menertawai
kerakusanmu atau menjadi penuh
ketika kau kosong.

Biarkan bintang padam sebagian
dan langit tetaplah satu-satunya
yang tidak mudah kautebak. Langit
yang lapang dan dalam akan
berterima kasih kepada tubuhnya
karena kau punya mata dan
benak. Juga ungu tato yang kau
sembunyikan di balik malumu yang
pura-pura.

*
Langit tampak cantik karena mobil
yang kautumpangi bergerak cepat.
Jendela mobil mogok bukan
pasangan yang cocok buat kaki
langit. Langit pekerja keras. Dia
membutuhkan satu hari yang
cerah dan kekosonganmu yang
gerah untuk membuat matahari
sore seperti lukisan atau kota
kebakaran.
Warna yang sama bisa tampak
sunyi dan riang sekaligus. Langit
paham hal-hal semacam itu. Kata-
katamu bicara terlalu banyak
tapi tidak pernah cukup. Langit
selalu cukup dengan cuaca dan
pertanyaan-pertanyaan.

*
Jangan percaya pada kartupos
dan kamera seorang petualang.
Menyelamlah ke ingatannya dan
temukan senja selalu basah di
sana. Kau hanya boleh jatuh cinta
kepada ingatan yang menyerupai
langit: rentan dan tidak mudah
dikira.

Dia meninggalkanmu agar bisa
selau mengingatmu. Dia akan
pulang untuk membuktikan
mana yang lebih kuat, langit atau
matamu.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved