Breaking News:

Berita Semarang

Sempat Meningkat Drastis Gara-gara Tren Gowes, Penjualan Sepeda di Semarang Kini Mulai Menurun

Penjualan sepeda yang sempat mengalami lonjakan tahun lalu, kini mulai menunjukkan penurunan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/IDAYATUL ROHMAH
Seorang karyawan menunjukkan sepeda lipat di toko sepeda Trex Semarang, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penjualan sepeda yang sempat mengalami lonjakan tahun lalu, kini mulai menunjukkan penurunan.

Di toko-toko sepeda, penjualan yang sempat mengalami kenaikan ratusan kali lipat itu kini mulai normal seperti saat sebelum pandemi Covid-19 menerpa.

Hal itu diantaranya diakui Danang pengelola toko sepeda Sapari Bike, Semarang.

Menurut anak dari Sapari pemilik toko sepeda yang terletak di jalan Medoho Raya Semarang tersebut, penjualan sepeda di tokonya mengalami penurunan drastis sejak awal tahun 2021.

Hal itu seiring dengan memudarnya tren gowes atau mengayuh di kalangan masyarakat yang sempat memuncak pada tahun 2020 kemarin.

"(Penurunan penjualan terjadi) sejak Januari lalu.

Sekarang penurunannya sampai 70 persen," kata Danang kepada tribunjateng.com, Selasa (15/6/2021).

Danang menuturkan, saat awal pandemi Covid-19 merebak, ia mampu menjual 15 sampai 20 unit dalam waktu satu hari.

Namun saat ini, ia menyebut hanya mampu menjual tak sampai 5 unit perhari. "Kalau sekarang sehari belum tentu keluarnya. Di toko kami terbantu adanya sparepats, jadi bisa untuk mendukung penjualan ke konsumen," lanjut Danang.

Menurunnya penjualan sepeda akhir-ahir ini juga diakui Tunggono, kepala Toko Sepeda Rodalink jalan Brigjen Katamso Semarang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved