Breaking News:

STPMD APMD Yogyakarta

STPMD 'APMD' Yogyakarta Sekolah Calon Pemimpin Daerah

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa ”APMD” (STPMD "APMD") merupakan perguruan tinggi yang sejak 1965 memiliki panggilan sejarah, moral...

Editor: abduh imanulhaq
IST
STPMD “APMD” Yogyakarta Sekolah Calon Pemimpin Daerah 

SEKOLAH Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa ”APMD” (STPMD "APMD") merupakan perguruan tinggi yang sejak 1965 memiliki panggilan sejarah, moral dan keilmuan untuk mendedikasikan jiwa-raga Tridarma kepada daerah, desa, rakyat, dan masyarakat pinggiran.

Desa adalah batu landasan dan batu penjuru Indonesia. Bersamaan dengan kehadiran UU Desa No. 6/2014, kami mengutamakan semangat “Desa Membangun Indonesia” dan “Membangun Desa, Mempersatukan Indonesia” untuk menyokong perubahan desa dengan landasan nilai-spirit ketahanan, kemandirian, kerakyatan, kemakmuran dan kemajuan.

Para pembina desa, pemangku desa, pelaku desa, pendamping desa, maupun pegiat desa tentu memiliki tantangan sekaligus kesempatan besar itu, yang jika bisa diraih dengan baik, maka akan mendatangkan perubahan besar bagi desa, masyarakat dan rakyat.

Sekolah Tinggi hadir sebagai sahabat yang menyediakan sumur pengetahuan dan penempaan kapasitas bagi para pelaku untuk menyambut tantangan dan kesempatan baik tersebut.

STPMD “APMD” Yogyakarta membuka 5 program studi bagi para calon mahasiswa yang berminat studi lanjut di Kota Pendidikan Yogyakarta.

Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D-III)

PRODI PMD DIII
PRODI PMD DIII (IST)

Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa Diploma Tiga (PMD D III) didirikan pada tahun 1965 oleh para Tentara Pelajar Brigade 17 dengan nama Akademi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD). Perkembangan selanjutnya APMD menjadi Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa 'APMD' dalam naungan Yayasan Pengembangan Pendidikan 'Tujuh Belas'.

Mendasari sejarah serta jiwa pendirian, Prodi Pembangunan Masyarakat Desa tetap konsisten memperhatikan desa sebagai fokus studi yang menjadi cita-cita pendiri untuk mewujudkan desa lebih makmur dan sejahtera.

Pada tahun 2020, sebanyak 74.754 desa tersebar di wilayah nusantara. Kondisi fisik desa, penyelenggaraan pemerintahan, proses pembangunan, pembinaan, kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa sangat bervariasi, sehingga tingkat kemajuan desa sangat berbeda-beda. Penerapan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 merupakan regulasi yang secara tegas mewujudkan desa mandiri, maju, demokratis, dan sejahtera.

Prodi PMD D III dengan akreditasi B berdasarkan keputusan BAN PT tahun 2019 No:3986/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-III/X/2019 mendidik serta menghasilkan lulusan yang kompeten, siap menjadi fasilitator dan motivator desa sebagai agent of change yang berprofesi di berbagai bidang lapangan kerja seperti aparat desa, kader pembangunan masyarakat dan desa serta di berbagai institusi yang bersentuhan dengan pemberdayaan masyarakat dengan karakter yang tangguh dan andal.

Kompetensi lulusan yakni memiliki kemampuan memimpin dan memfasilitasi proses pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, memiliki keterampilan dalam mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan dan potensi desa, memiliki keterampilan dalam mengelola pembangunan desa dan penyelenggaraan pemerintah desa.

Dalam mencetak dan membangun karakter mahasiswa sesuai dengan kompetensi lulusan, maka penggunaan metode pembelajaran student centre learning dengan inovasi pembelajaran. Di samping itu mahasiswa dari lulusan SMA yang baru lulus dan yang telah bekerja sebagai perangkat desa membuat proses pembelajaran saat diskusi menjadi produktif dan menarik.

Tenaga pendidik memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pemberdayaan dan pembangunan masyarakat desa. Kurikulum pembelajaran dirancang dengan komposisi 60% praktek dan 40 % teori. Beberapa saluran media Prodi Pembangunan Masyarakat Desa, Diploma III, yakni instagram (@pmd_apmd), website (www.pmd.apmd.ac.id), Facebook (Prodi Pmd Stpmd Apmd), YouTube (rubrik pmd).

Lulusan Prodi Pembangunan Masyarakat Desa Diploma Tiga terserap di dunia kerja pada profesi yang luas Berikut testimoni dari alumni.

"Tugas yang diberikan dosen selalu berinteraksi langsung di kehidupan masyarakat. Hasil pembelajaran, saya memiliki keterampilan dalam menyusun program," kata Filixius Mula, Amd yang kini pegawai Bank NTT.

"Kuliah di Prodi PMD, saya tidak hanya mendapatkan teori saja tetapi praktek langsung di desa," ungkap Arnoldus Iyonde, Amd, Staff Seksi Pemerintahan Kantor Distrik Kimaam, Kab Merauke, Papua.

"Suasana perkuliahan sangat menyenangkan, dosen mengedepankan diskusi dan selalu merespon dengan baik yang menjadikan mahasiswa terlatih untuk berkomunikasi di publik," ujar Siti Yuningsih, pegawai Badan Permusyawaratan Kelurahan Wonokerto, Kabupaten Sleman, DIY.

Raih kesempatan dan gabunglah dengan STPMD 'APMD' Prodi Pembangunan Masyarakat Desa Diploma Tiga. Untuk informasi selengkapnya bisa dilihat di laman http://stpmd.apmd.ac.id; informasi pendaftaran: http://bit.ly/ppmb-apmd. Video profil lengkap bisa diakses melalui https://youtu.be/IdFwsgZPwiY dan https://youtu.be/CPX5YiUF9_U

Program Studi Pembangunan Sosial (S-1)

Program Studi Pembangunan Sosial (S-1)
Program Studi Pembangunan Sosial (S-1) (IST)

Yogyakarta merupakan icon kota pendidikan di Indonesia yang terbukti menghasilkan sumber daya manusia yang berdayasaing. Apakah  kamu sudah bersiap menjadi bagian dari kota yang mendukung pembelajaranmu? mendukung segala aktivitasmu dan mendukungmu untuk tumbuh dan berkembang?.

Terletak di Kota Yogyakarta, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” lahir sebagai kawah candradimuka bagi insan pembangun desa di Indonesia. Sebagai satu-satunya kampus desa terbaik di Indonesia, STPMD “APMD” Yogyakarta hadir sebagai “Sekolah Calon Pemimpin Daerah” yang konsisten menaruh perhatian terhadap desa dan menyediakan sumur pengetahuan bagi peningkatan kapasitas para pelaku desa untuk memperkuat entitas lokal sebagai fondasi bagi penguatan bangsa dan negara Indonesia. 

Program Studi Pembangunan Sosial STPMD “APMD” Yogyakarta merupakan salah satu program sarjana unggulan yang berupaya untuk memberikan alternatif dalam pemecahan masalah-masalah sosial di masyarakat dan menjawab berbagai tantangan pembangunan masyarakat dan desa di era globalisasi saat ini. Berdiri pada tahun 1987 dengan nama Ilmu Sosiatri, program studi ini merupakan embrio sekaligus pioner dalam pengembangan pendekatan pembangunan masyarakat, yang memiliki visi “Menjadi Program Studi Handal dalam Pembangunan Sosial untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.”

 Sistem pembelajaran yang berkualitas dan didukung oleh tenaga profesional, senantiasa mendorong mahasiswa menjadi kreatif, proaktif, dan inovatif dalam menyusun dan mengimplementasikan program aksi bersama pemangku kepentingan untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial di masyarakat.

Kurikulum yang dinamis dirancang agar sivitas akademika mampu melakukan penelitian sosial yang otentik dan bermakna, kapabel dalam mengidentifikasi masalah sosial dan membuat pemetaan sosial berdasarkan sumber daya di masyarakat, serta cakap dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sebagai basis penyusunan program pemberdayaan masyarakat dan pelayanan sosial.

Program Studi Pembangunan Sosial menawarkan minat studi di bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pelayanan Sosial. Minat studi Pemberdayaan Masyarakat antara lain mempelajari tentang: Model Pemberdayaan Masyarakat, Hubungan Industrial, Pendidikan Masyarakat, Pembangunan Kepariwisataan, dan Lembaga Ekonomi Kerakyatan. Sedangkan minat studi Pelayanan Sosial antara lain mempelajari tentang: Sistem Usaha Kesejahteraan Sosial, Pluralisme dan Kesejahteraan, Metode Pelayanan Sosial, Model-model Rehabilitasi Sosial, dan Model-model Perilaku Sosial.

Proses belajar di Program Studi Pembangunan Sosial mampu membentuk karakter dan etika sosial sebagai perwujudan prinsip-prinsip kemanusiaan, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam pendekatan kemasyarakatan, sehingga para lulusan mampu berkarya di seluruh bidang kehidupan masyarakat.

Sseperti misalnya di lembaga-lembaga pemerintah maupun non pemerintah, LSM dan NGO, CSR di Perusahaan Nasional dan Multinasional, sebagai Pekerja Sosial atau Pekerja Kemanusiaan, Tenaga Pelayanan Sosial dan Komunitas, Tenaga Kependidikan, Tenaga Pelayanan Kesehatan, Fasilitator Desa dan berbagai profesi strategis lain di masyarakat

Inilah ruang lahirnya generasi terbaik bangsa yang memiliki kapasitas akademik dan praksis di bidang pembangunan sosial, dan siap berkarya menjadi “Dokter Sosial” untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Persiapkan dirimu untuk meraih masa depan yang gemintang bersama Pembangunan Sosial STPMD “APMD” Yogyakarta. Informasi selengkapnya bisa dilihat di laman http://bit.ly/ppmb-apmd atau http://pembsos.apmd.ac.id serta di akun @pembsos.apmd (Instagram) dan Pembangunan Sosial Apmd (Facebook). Video profil lengkap bisa diakses melalui http://bit.ly/pembangunansosial dan https://youtu.be/zA7pJFND3ig.

Program Studi Ilmu Komunikasi (S-1)

Program Studi Ilmu Komunikasi (S-1)
Program Studi Ilmu Komunikasi (S-1) (IST)

Program Studi Ilmu Komunikasi STPMD 'APMD' Yogyakarta berdiri sejak tahun 1987 dengan orientasi pada komunikasi pemberdayaan. Hal ini sesuai dengan visi dari Prodi Ilmu Komunikasi, yaitu menjadi pusat pengembangan komunikasi pemberdayaan masyarakat dan desa. Dengan status akreditasi B, Prodi Ilmu Komunikasi senantiasa meningkatkan kualitas akademik dan keterampilan teknis khususnya pada bidang komunikasi pemberdayaan di setiap kurikulumnya.

Beberapa mata kuliah yang ditawarkan antara lain, komunikasi pembangunan dan strategi pemberdayaan, komunikasi penyuluhan, sistem informasi desa, CSR, teknik fasilitasi, resolusi konflik, produksi siaran radio, produksi audio visual, produksi dokumenter, fotografi, jurnalistik, kuliah kerja media dan lain-lain.

Dengan mata kuliah tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai semangat untuk pemberdayaan masyarakat dan selalu menyuarakan kepentingan masyarakat yang terpinggirkan (voicing the voiceless).

Sebagai pelopor komunikasi pemberdayaan, Prodi Ilmu Komunikasi mengedepankan proses pembelajaran partisipatif, dialogis dan praktis, baik di laboratorium maupun di lapangan (masyarakat).

ProdiIlmu Komunikasi diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kapasitas akademik dan kualifikasi teknis dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai program komunikasi pemberdayaan sehingga mampu menyokong penguatan masyarakat sipil (civil society).

Beberapa fasilitas pendukung dalam pembelajaran antara lain, laboratorium sosial dan komunikasi, ruang multimedia, studio radio ganesha FM, ruang editing, studio fotografi, laboratorium komputer dan lain-lain.

Prodi Ilmu komunikasi didukung dengan staf pengajar yang kompeten dan berpengalaman baik S2 maupun S3, serta para praktisi bidang komunikasi. Profil lulusan prodi komunikasi antara lain, pemimpin daerah, pemberdaya masyarakat, jurnalis, fasilitator masyarakat, penyuluh, LSM, public relation officer, community organizer, BUMD, BUMN, akademisi, peneliti, ASN, polisi, broadcaster dan lain-lain.

"Kami mempunyai jaringan kerja sama yang luas dan tergabung dalam pengurus Asosiasi Pendidikan Tinggi Komunikasi (ASPIKOM), aktif di berbagai kegiatan dan kunjungan ke berbagai media di Indonesia, serta dipercaya oleh banyak lembaga baik pemerintah pusat maupun daerah, LSM lokal maupun internasional serta berbagai perusahaan. Prodi Ilmu Komunikasi juga menjalin kerja sama dengan desa mitra di Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul dalam melaksanakan program-program penelitian dan pengabdian berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat desa. Prodi Komunikasi responsif dalam isu sosial, lingkungan dan kemanusiaan bersama para alumni yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia," demikian pernyataan resmi STPMD 'APMD'.

Mari bergabung dengan Prodi Ilmu Komunikasi STPMD 'APMD', info lebih lanjut kunjungi: http://ikom.apmd.ac.id, https://youtu.be/crl1CnY-vcE, dan https://youtu.be/CPX5YiUF9_U atau http://stpmd.apmd.ac.id Untuk pendaftaran klik https://bit.ly/ppmb-apmd.

Program Studi Ilmu Pemerintahan (S-1)

Program Studi Ilmu Pemerintahan (S-1)
Program Studi Ilmu Pemerintahan (S-1) (IST)

Program Studi Ilmu Pemerintahan (PSIP) merupakan salah satu program studi di STPMD 'APMD', yang memiliki predikat akreditasi A sesuai dengan SK BAN-PT No. 3295/SK/BAN-PT/Ak-PPJ/S/V/2020. PSIP mengusung platform keilmuan pemerintah milik rakyat, negara milik warga.

STPMD 'APMD' mempelajari pemerintahan secara utuh, mencerahkan cara pandang dan praktik pemerintahan, sekaligus bertujuan memperjuangkan pembentukan pemerintahan kerakyatan yang sanggup menghadirkan negara untuk melayani dan melindungi warga.

PSIP diasuh oleh para guru profesional, dedikatif, sekaligus banyak pengalaman berhubungan langsung dengan eksekutif dan legislatif di tingkat nasional dan daerah, demikian juga bergelut secara dekat dengan ranah pemerintahan desa. Secara nasional STPMD 'APMD' mempunyai sumbangan besar terhadap kelahiran UU Desa tahun 2014, dan di level mikro lokal, mereka menggunakan Ilmu Pemerintahan untuk mengabdi dan melayani desa.

Ilmu Pemerintahan berbeda dengan Ilmu Politik maupun Administrasi Publik. PSIP mempelajari lima konsep besar, yakni Pemerintah (Government), Perbuatan Pemerintah (Governing), Otoritas dan Kapasitas Pemerintah (Governability), Tata Kelola Pemerintahan (Governance), dan Kepemerintahan (Governmentality). Kelimanya mewarnai kurikulum PSIP, yang dengan semangat 'mendidik dengan melayani' dan 'melayani dengan mendidik', kami gunakan untuk membentuk pengetahuan, nilai, seni, dan keterampilan berpemerintahan kepada mahasiswa.

STPMD 'APMD' mendidik dan menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana sujana yang berpihak kepada rakyat, desa, pinggiran, dan masyarakat lokal. STPMD 'APMD' memproyeksikan ada tiga jalur karir bagi sarjana sujana IP. Pertama, karier jalur pemerintah, yakni menjadi pemimpin daerah, kepala daerah, kepala desa, serta wakil rakyat. Kedua, karier jalur negara, yakni menjadi Aparatur Sipil Negara, komisioner, dan perangkat desa. Ketiga, karir jalur masyarakat sipil seperti jurnalis, profesional LSM, fasilitator pemerintahan, pendamping desa, dan lain-lain.

Untuk informasi selengkapnya bisa dilihat di laman http://stpmd.apmd.ac.id; informasi pendaftaran di http://bit.ly/ppmb-apmd atau http://ip.apmd.ac.id. Video profil lengkap bisa diakses melalui https://www.youtube.com/results?search_query=SUTORO+EKO dan https://www.youtube.com/watch?v=8qt4mfiWuTo.

Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (S-2)

Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (S-2)
Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (S-2) (IST)

Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) STPMD 'APMD' Yogyakarta telah berdiri sejak tahun 2008 dengan legalitas penyelenggaraan pendidikan yang telah diakui oleh pemerintah dengan status Akreditasi B berdasarkan SK Nomor 4640/SK/BAN-PT/Akred/M/XXII/2017. Hingga saat ini, Prodi Magister Ilmu Pemerintahan telah menghasilkan para lulusan yang tersebar di banyak daerah di Indonesia, yang banyak bekerja di sektor publik, NGO, dan swasta.

Selaras dengan platform keilmuan yang dikembangkan di STPMD 'APMD' Yogyakarta, Prodi Magister Ilmu Pemerintahan mengusung dan mengajarkan lima konsep dasar keilmuan yakni, pemerintah (government), perbuatan pemerintah (governing), kapasitas pemerintah (governability), tata kelola pemerintahan (governance), dan kepemerintahan (governmentality). Konsep-konsep dasar tersebut mewarnai dalam kurikulum Prodi Magister Ilmu Pemerintahan yang dikemas dalam dua konsentrasi, yakni Pemerintahan Daerah dan Kepemerintahan Desa.

Penyelenggaraan pembelajaran diampu oleh dosen-dosen bergelar doktor dan profesor, baik dari internal STPMD 'APMD' dan didukung oleh beberapa dosen dari Universitas Gadjah Mada dengan kapasitas dan kompetensi keilmuan/pengalaman yang memadai. Fasilitas pendukung pembelajaran cukup memadai, baik berupa perpustakaan, laboratorium, ruang kuliah nyaman, bahan ajar, dan lain-lain.

Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) STPMD 'APMD' Yogyakarta telah berdiri sejak tahun 2008 dengan legalitas penyelenggaraan pendidikan yang telah diakui oleh pemerintah dengan status Akreditasi B berdasarkan SK Nomor 4640/SK/BAN-PT/Akred/M/XXII/2017. Hingga saat ini, Prodi Magister Ilmu Pemerintahan telah menghasilkan para lulusan yang tersebar di banyak daerah di Indonesia, yang banyak bekerja di sektor publik, NGO, dan swasta.

Selaras dengan platform keilmuan yang dikembangkan di STPMD 'APMD' Yogyakarta, Prodi Magister Ilmu Pemerintahan mengusung dan mengajarkan lima konsep dasar keilmuan yakni, pemerintah (government), perbuatan pemerintah (governing), kapasitas pemerintah (governability), tata kelola pemerintahan (governance), dan kepemerintahan (governmentality). Konsep-konsep dasar tersebut mewarnai dalam kurikulum Prodi Magister Ilmu Pemerintahan yang dikemas dalam dua konsentrasi, yakni Pemerintahan Daerah dan Kepemerintahan Desa.

Penyelenggaraan pembelajaran diampu oleh dosen-dosen bergelar doktor dan profesor, baik dari internal STPMD 'APMD' dan didukung oleh beberapa dosen dari Universitas Gadjah Mada dengan kapasitas dan kompetensi keilmuan/pengalaman yang memadai. Fasilitas pendukung pembelajaran cukup memadai, baik berupa perpustakaan, laboratorium, ruang kuliah nyaman, bahan ajar, dan lain-lain.

Informasi lebih lengkap, kunjungi website: www.apmd.ac.id

Kepada para calon mahasiswa, silahkan bergabung untuk merangkai masa depan yang penuh gemilang. (adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved