Breaking News:

Berita Regional

UGD Puskesmas Tolak Pasien Kecelakaan yang Datang Pukul 17.00, Bupati Marah Robek Surat Kesepakatan

Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Tanjung Bingkung Kabupaten Solok, Sumatera Barat menolak pasien yang datang di atas pukul 17.00.

Editor: rival al manaf
(Foto: Screenshoot)
Bupati Solok Epyardi Asda (kanan) mengamuk karena menemukan UGD Puskesmas ditutup, Sabtu (12/6/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SUMBAR - Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Tanjung Bingkung Kabupaten Solok, Sumatera Barat menolak pasien yang datang di atas pukul 17.00.

Padahal pasien itu datang dalam kondisi gawat darurat karena merupakan korban kecelakaan.

Mendapat laporan itu Bupati Solok Epyardi Asda mencoba sidak ke lokasi.

Seketika ia langsung meluapkan amarahnya karena laporan masyarakat itu benar adanya.

Baca juga: Selamatkannya Aset Negara Senilai Rp 94,7 Miliar di Bubakan, Wali Kota Semarang Apresiasi Kejari

Baca juga: Uya Kuya Tuntut Permintaan Maaf Denise Chariesta lewat Videotron hingga Habis Ratusan Juta

Baca juga: Operasi Yustisi di Pasar Desa Karangjati Tegal, Satu Orang Reaktif Covid-19

Baca juga: Ini Alasan Hakim Memotong Hukuman Jaksa Pinangki dari 10 Tahun Penjara Cuma Jadi 4 Tahun

Epyardi yang melakukan inspeksi mendadak menemukan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas itu sudah tutup saat jam 17.00 WIB.

Video itu menyebar ke sejumlah grup WhatsApp dan YouTube.

Dalam video terlihat Epyardi datang dengan mobil dinas ke lokasi.

Tiba di Puskesmas Tanjung Bingkung, dia menemukan ruangan UGD sudah tutup sehingga dirinya langsung meradang.

"Ini UGD, di mana-mana UGD itu buka 24 jam, tidak boleh tutup," kata Epyardi.

Dalam video itu, terlihat kepala puskesmas menjelaskan bahwa hal itu sudah sesuai dengan kesepakatan sejumlah staf puskesmas bahwa hanya bekerja sesuai dengan jam kerja.  

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved