Breaking News:

Berita Pekalongan

Aaf: Hasil PCR 48 Santri Ponpes Syafi'i Akrom Positif Covid-19

Hasil dari tes PCR, sebanyak 48 santri ponpes salafiyah syafi'i akrom positif Covid-19.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Hasil dari tes PCR, sebanyak 48 santri ponpes salafiyah syafi'i akrom positif Covid-19.

Puluhan santri ponpes salafiyah syafi'i akrom hasil PCR positif Covid-19 dievakuasi ke gedung milik Pemkot Pekalongan yang dijadikan isolasi mandiri.
Puluhan santri ponpes salafiyah syafi'i akrom hasil PCR positif Covid-19 dievakuasi ke gedung milik Pemkot Pekalongan yang dijadikan isolasi mandiri. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.

"Dari 600 santri dan pengasuh yang dilakukan tes rapid antigen, ada 48 orang hasil tes PCR positif Covid-19" ungkap Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunjateng.com, Rabu (16/6/2021) sore.

Menurut Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan, puluhan santri yang positif Covid-19 langsung diarahkan ke gedung milik Pemkot Pekalongan yang dijadikan untuk isolasi mandiri.

Mereka dievakuasi menggunakan dua truk milik Satpol PP dan satu truk milik Kodim 0710 Pekalongan dengan pengawalan ketat oleh TNI Polri.

"Yang positif tadi, langsung kita evakuasi ke ruang isolasi mandiri milik Pemkot Pekalongan," ujarnya.

Pihaknya menjelaskan hal ini dilakukan guna mengamankan mereka agar Covid-19 tidak menyebar ke santri yang lain.

"Agar mereka lebih aman, steril, dan tidak menyebarkan ke santri di pondok pesantren syafi'i akrom," jelasnya.

Kemudian untuk kondisi mereka sendiri sehat dan rata-rata orang tanpa gejala.

"Saya tadi melihat mereka sehat dan enjoy saja, mungkin karena masih anak-anak mudah-mudahan mereka cepat sembuh," imbuhnya.

Saat disinggung berapa hari puluhan santri melakukan isolasi mandiri, Aaf menerangkan dari keterangan dinas kesehatan butuh waktu 10 hari untuk observasi.

Aaf menambahkan, tim satgas Covid-19 Kota Pekalongan langsung bergerak cepat untuk mengantisipasi seperti ini. Sehingga tidak menular kemana-mana.

"Apabila 10 hari sudah tidak ada gejala dan apa yang dirasa, isoman sudah selesai. Kemarin malam saya tanya ke beberapa santri, ternyata mereka masih bisa merasakan penciuman dan indera perasa," tambahnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved