Breaking News:

Penanganan Corona

Ganjar: Pemerintah India Protes Virus Corona Delta Dinamakan Virus India

Sejumlah strain baru dari virus corona teridentifikasi di beberapa negara dan menyebar ke negara lain.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menjadi keynote speaker webinar terkait virus Delta yang diadakan UGM dan Kagama 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Sejumlah strain baru dari virus corona teridentifikasi di beberapa negara dan menyebar ke negara lain.

Baru-baru ini, teridentifikasi varian baru virus corona baru yang dinamai sebagai varian Delta atau strain B1.617.2 di berbagai kota di Indonesia, yakni di Bangkalan dan Kudus.

Penamaan 'Delta' ini menggunakan huruf alfabet Yunani kuno sebagaimana strain-strain lain yang telah WHO klasifikasikan. Tujuannya untuk memudahkan penamaan sehingga tidak disebut angka-angka dan huruf seperti B1.617.2.

Strain Delta ini juga dinamakan virus India lantaran pertama kali teridentifikasi di India pada Oktober 2020.

Praktis, virus Delta ini pun menjadi bahan pemberitaan banyak media akhir-akhir ini. Pemberitaan pun kerap menggunakan embel-embel 'India'.

Namun ternyata, penyematan kata 'India' dalam varian virus baru itu membuat kuping pemerintahan India panas.

Pemerintahan India pun menyurati Pemerintah Indonesia. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat menjadi keynote speaker pada acara webinar yang diadakan Universitas Gajah Mada (UGM) dan Keluarga Alumni UGM (Kagama), Rabu (16/6/2021).

"Saya mendapatkan surat yang dikirim via WA oleh anggota DPR RI. Surat itu dari Menkominfo Pemerintah India. Anggota DPR itu tanya, apakah virus di Kudus itu dari India. Katanya (di surat) tidak ada varian baru di India," kata Ganjar sembari tertawa.

Seperti diketahui, hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) dari puluhan sampel penderita covid dari Kudus menunjukan virus tersebut varian Delta.

Virus Delta telah masuk daftar variant of concern (VOC) atau daftar varian virus corona yang perlu diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved