Breaking News:

Berita Kudus

Hartopo Pastikan Kesiapan Tempat Isolasi Mandiri Tingkat Desa

Hartopo memastikan warga yang akan menjalani isolasi terpusat di tempat tersebut haruslah mereka yang tanpa gejala

Editor: abduh imanulhaq
IST
Bupati HM Hartopo meninjau tempat isolasi terpusat di SD 3 Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (16/6). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo meninjau tempat isolasi terpusat di SD 3 Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu (16/6). Dibentuknya isolasi terpusat di sejumlah desa dinilai mampu dan efektif dalam memutus rantai penularan Covid-19 di Kudus yang mengalami lonjakan drastis seusai libur lebaran.

"Isolasi mandiri pemusatan yang ada di desa ini sangat membantu warga desa sendiri daripada diisolasi di luar kota mendingan di sini dekat dengan keluarga," ujar Hartopo saat meninjau lokasi isolasi, didampingi Camat dan kepala Desa.

Hartopo memastikan warga yang akan menjalani isolasi terpusat di tempat tersebut haruslah mereka yang tanpa gejala. Maka, penting adanya pemeriksaan sebelumnya. "Kalau ada gejala harus dirujuk di rumah sakit," ujar dia

Di tempat isolasi tersebut, juga dilengkapi dengan data sejumlah warga yang terkonfirmasi positif berikut pemetaannya. "Data aktif maksudnya negatif semua sudah ada,” kata dia.

Nakes Proaktif
Dalam kesempatan itu, Hartopo juga meminta kepada tenaga kesehatan yang ada di desa untuk turut aktif memantau perkembangan warga yang menjalani isolasi. "Untuk puskesmas, bidan desa harus selalu aktif, jangan tidur dulu. 24 jam lek-lekan di sini," kata dia.

Hartopo mengatakan, nuansa gotong royong dipraktikkan oleh warga Tumpangkrasak dalam program Jogo Tonggo. Pasalnya, warga turut membantu warga lain yang tengah menjalani isolasi mandiri. "Untuk Jogo Tonggonya juga sangat aktif sekali pada membantu memberikan donasi bagi warga yang isolasi mandiri,” kata Hartopo.

Orang nomor satu di Kudus ini sangat berharap, isolasi terpusat di desa-desa bisa berjalan maksimal, maka angka kasus penularan akan menurun. "Sudah kita sampaikan kepada Kepala Desa dan Camat untuk dibantu mengefektifkan Jogo Tonggo. Memang dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M, supaya aktivitas dan perkomomian masyarakat kembali normal," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko Saputro, mengatakan, pihaknya memanfaatkan bangunan sekolah sebagai tempat isolasi terpusat lantaran saat ini sekolah masih belum memberlakukan pembelajaran tatap muka. Memang saat ini belum ditempati. Namun setidaknya sudah menyiapkan ketika nanti ada kasus terkonfirmasi positif yang baru.

“Bangunan sekolah yang kami manfaatkan lima ruang. Satu ruang untuk kapasitas 4 orang. Jadi bisa 20 orang untuk isolasi di SD tersebut,” kata Sarjoko.

Sementara untuk petugas yang siaga di tempat tersebut yakni dari tenaga kesehatan dari Puskemas Ngembal Kulon, dan Satgas Covid-19 desa. “Termasuk admin dan BKO dari TNI Polri juga saya berdayakan semua," kata dia.

Selain itu, ujarnya, pihaknya juga meminta bantuan warga setempat yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan. “Dari tenaga kesehatan sendiri sudah banyak yang berkurang. Untuk membantu menunjang kabupaten saya mohon diberdayakan dari warga yang profesi sebagai nakes," terangnya.

Sarjoko melanjutkan, saat ini terdapat 15 warganya yang menjalani isolasi. Hanya saja mereka sudah hampir selesai. Untuk kasus baru di desanya, saat ini belum ada tambahan. "Semoga tidak ada tambahan lagi," kata dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved