Penanganan Corona
Positif Covid-19 Mau Isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang atau Islamic Centre? Ini Prosedurnya
Untuk bisa menjalani isolasi di dua tempat tersebut, pasien perlu rujukan dari puskesmas
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang memiliki dua tempat isolasi terpusat untuk menampung para pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan yakni rumah dinas Wali Kota Semarang dan Islamic Centre.
Untuk bisa menjalani isolasi di dua tempat tersebut, pasien perlu rujukan dari puskesmas.
Ketua Tim Medis Isolasi Terpusat Rumah Dinas Wali Kota, Alaix Munakamala mengatakan, pasien yang hendak isolasi di rumah dinas maupun Islamic Centre diarahkan mendaftar ke puskesmas.
Mereka harus mendapat rujukan dari puskesmas mengingat inden saat ini mencapai 200 pasien.
"Semua lewat puskesmas. Nanti, kami kirim by WA kepada yang mendaftarkan yakni pihak puskesmas. Puskesmas akan menghubungi pasien, kemudian diantar ke sini dengan ambulans puskesmas," papar Alaix, Rabu (16/6/2021).
Setelah itu, petugas medis akan melakukan screening terhadap pasien.
Jika pasien bergejala, usia tua, dan perlu pemantauan, pihaknya akan menempatkan pasien di rumah dinas karena peralatannya lebih lengkap.
Sedangkan, pasien dengan kriteria usia di bawah 30 tahun, saturasi oksigen di atas 95, dan bergejala ringan, petugas medis akan mengarahkan untuk isolasi di Islamic Center.
"Kalau satu keluarga (ingin jadi satu tempat isolasi), kami cek dulu apakah bapak ibunya masuk kriteria kegawatan Covid-19. Kami cek paru-paru, saturasi oksigennya. Sekiranya tidak ada kegawatan bisa masuk Islamic Centre. Kalau memburuk, bisa ditransfer ke rumah dinas," jelasnya.
Saat ini, lanjut Alaix, ada 300 pasien yang menjalani isolasi di tempat isolasi Pemerintah Kota Semarang yang terbagi di Islamic Centre dan rumah dinas.
Di rumah dinas sendiri terbagi dua, ada pasien yang dirawat di bangsal dan tenda karantina.
"Kapasitas asrama haji 120, saat ini terisi 100 pasien. Kalau di sini (rumah dinas) full," sebutnya.
Diakuinya, dua hari yang lalu sempat terjadi antrean pasien di rumah dinas.
Saat itu, pihaknya menerima 120 pasien dalam satu malam. Pengiriman pasien dari puskesmas ke rumah dinas sekitar pukul 19.30.
Dia memastikan seluruh pasien sudah mendapatkan kamar karena mereka sudah mendaftar melalui puskesmas.
Hanya saja, kedatangannya berbarengan. Mereka sudah bisa masuk kamar isolasi sekitar pukul 22.00. (eyf)