Breaking News:

Berita Nasional

Sejak Jokowi Telepon Kapolri, Ribuan Pelaku Pungli Ditangkap Polisi, Jateng Paling Banyak

Hanya dalam hitungan jam setelah telepon itu, sejumlah pelaku pungli di sekitar Tanjung Priok ditangkap polisi.

Editor: M Syofri Kurniawan
GOOGLE
Ilustrasi pungli 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pungutan liar (pungli) belakangan ini menjadi sorotan.

Para pelakunya diburu polisi.

Hal itu berawal telepon singkat Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengeluhkan pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Ifan Seventeen Dikabarkan Tewas Kecelakaan, Ini Faktanya

Baca juga: Masa Kerja Perangkat Desa Bakal Sama dengan Kepala Desa 6 Tahun? Ini Penjelasannya

Baca juga: Inilah Sosok Peri Sandria Eks Striker Timnas Indonesia Jadi Kuli Bangunan di Masjid Banjarnegara

Baca juga: Isu Harun Masiku Ditembak Mati, Penyidik KPK Beberkan Fakta hingga Pengakuan Keluarga

Presiden Joko Widodo menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat berbincang dengan sejumlah sopir kontainer di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021). Presiden Jokowi mendengarkan langsung keluh kesah para sopir, terutama soal pungutan liar (pungli) dan tindakan premanisme. Saat itu juga Presiden Jokowi langsung menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk segera membereskan hal tersebut. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat berbincang dengan sejumlah sopir kontainer di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021). Presiden Jokowi mendengarkan langsung keluh kesah para sopir, terutama soal pungutan liar (pungli) dan tindakan premanisme. Saat itu juga Presiden Jokowi langsung menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk segera membereskan hal tersebut. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres (Tribunnews.com/Istimewa)

Hanya dalam hitungan jam setelah telepon itu, sejumlah pelaku pungli di sekitar Tanjung Priok ditangkap polisi.

Bahkan empat hari berlalu, ribuan preman dan pelaku pungli telah ditangkap polisi.

Sejak saat itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan jajaran melakukan penegakan hukum selama empat hari dan telah membekuk 3.823 orang terlibat tindak pidana premanisme dan pungutan liar (pungli).

"Penindakan premanisme data cukup banyak, beberapa polda melakukan penangkapan terhadap mereka-mereka ini, sudah ada jumlahnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Rusdi memastikan, seluruh polda menjalankan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas premanisme sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan, operasi premanisme dan pungli dilaksanakan dari tanggal 11 sampai dengan 14 Juni 2021 di 1.368 titik lokasi.

"Terdapat enam polda yang melaksanakan operasi premanisme dan pungli, Polda Jawa Tengah yang terbanyak jumlah pelaku yang ditindak," kata Ramadhan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved