Breaking News:

Penanganan Corona

 Sragen Zona Merah, Kegiatan Masyarakat Dilarang Hingga PTM Ditunda

Diterangkan, masyarakat dilarang melaksanakan kegiatan hajatan atau kegiatan lain dalam bentuk apapun yang berpotensi menimbulkan kerumunan

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mahfira Putri
Suasana lalulintas di Jalan Raya Sukowati Sragen atau lebih tepatnya di depan Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN –  Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengeluarkan Instruksi Bupati Sragen Nomor 360/286/038/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada kondisi zona merah penyebaran Covid-19.

Instruksi tersebut dikeluarkan Selasa (15/6/2021) dengan sejumlah point penting di dalamnya, di antaranya ialah larangan pelaksanaan hajatan.

Diterangkan, masyarakat dilarang melaksanakan kegiatan hajatan atau kegiatan lain dalam bentuk apapun yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Pelarangan itu sampai dengan Kabupaten Sragen benar-benar dinyatakan berada pada zona kuning.

"Kajian epidemiologi memang Sragen masuk di zona merah dengan risiko tinggi, ini saatnya injak rem," ujar Bupati Yuni.

Bupati Yuni menyebut instruksi bupati yang dikeluarkannya berlaku untuk semua wilayah. Sehingga PPKM yang berlaku tidak akan lagi berlaku dalam skala mikro per RT.

"Berlaku untuk semua wilayah. PPKM mikro itu berbasis RT, sementara berbasis RT itu tidak efektif kalau tidak ada konsistensi dari satgas," lanjut dia.

Dalam pelaksanaan PPKM berbasis RT sebelumnya, dia mengaku menemukan berbagai macam permasalahan yang menyebabkan PPKM tidak efektif.

Di antaranya kurang tegasnya satgas Covid-19 tingkat desa saat berbenturan dengan masyarakat.

"Jadi ada ketidaktegasan dari beberapa satgas saat memastikan hajatan itu sesuai dengan protap, yakni banyumili kemudian hanya 2,5 jam."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved